Menjaga Cinta Kasih Dalam Rumah Tangga


Om Kama Pujitayei Namaha


Setelah membaca artikel Bhagawan Dwija yang berjudul Wanita dalam Pandangan Hindu saya terinspirasi untuk menyumbang sebuah pemikiran bagaimana kehidupan bisa berlangsung tanpa wanita dan laki-laki. Bagaimana jika Tuhan tidak menyisipkan cinta terhadap lawan jenis, Apakah cinta lawan jenis sama dengan nafsu dan bagaimana cara menjaga cinta kasih suci untuk setiap pasangan.

Kecendrungan manusia untuk menikmati kehidupan seks bebas pada zaman modern, zaman era informasi yang tak terbatas ini telah menimbulkan berbagai persoalan dalam rumah tangga yang melanda sebgian besar masyarakat indonesia tak terkecuali umat Hindu. Perselingkuhan telah dianggap biasa saja dan bahkan orang yang berselingkuh kadang merasa bangga dengan apa yang dilakukan. Ini artinya adanya pergeseran nilai moral dal etika dalam masyarakat. Mungkinkah agama tidak ampuh lagi dalam menjaga keharmonisan Rumah tangga? Ada beberapa faktor yang menyebabkan perselingkuhan terjadi anatara lain:

1. Kurang pahamnya tujuan perkawinan

Perkawinan bertujuan untuk melanjutkan keturunan bukan legalitas pemuas nafsu biologis semata. Dalam konteks ini kita harsu melihat wanita laki-laki sebagai mahkluk mulia melanjutkan kehidupan. Dengan meyadnyakan keturunan berarti memberikan sumbangan besara bagi kehidupan. Tujuan perkawianan daalam Manava dharmasastra IX. 96 sebagai berikut:

“Prnja nartha striyah srstah samtarnartham ca manavah
Tasmat sadahrano dharmah crutam patnya sahaditah”

“Untuk menjadi Ibu, wanita diciptakan dan untuk menjadi ayah, laki-laki itu diciptakan. Upacara keagamaan karena itu ditetapkan di dalam Veda untuk dilakukan oleh suami dengan istrinya”
(Pudja dan Sudharta, 2002: 551).

Menurut I Made Titib dalam makalah “Menumbuhkembangkan pendidikan agama
pada keluarga” disebutkan bahwa tujuan perkawinan menurut agama Hindu
adalah mewujudkan 3 hal yaitu:

a. Dharmasampati, kedua mempelai secara bersama-sama melaksanakan Dharma yang meliputi semua aktivitas dan kewajiban agama seperti melaksanakan Yajña , sebab di dalam grhastalah aktivitas Yajña dapat dilaksanakan secara sempurna.

b. Praja, kedua mempelai mampu melahirkan keturunan yang akan melanjutkan amanat dan kewajiban kepada leluhur. Melalui Yajña dan lahirnya putra yang suputra seorang anak akan dapat melunasi hutang jasa kepada leluhur (Pitra rna), kepada Deva (Deva rna) dan kepada
para guru (Rsi rna).

c. Rati, kedua mempelai dapat menikmati kepuasan seksual dan kepuasan-kepuasan lainnya (Artha dan kama) yang tidak bertentangan dan berlandaskan Dharma.

2. Kurang menjaga kesucian diri dan kesucian hati

Dalam kitab suci Veda perkawinan adalah terbentuknya sebuah keluarga yang berlangsung sekali dalam hidup manusia. Hal tersebut disebutkan dalam kitab Manava Dharmasastra IX. 101-102 sebagai berikut:

“Anyonyasyawayabhicaroghaweamarnantikah,
Esa dharmah samasenajneyah stripumsayoh parah”

“;Hendaknya supaya hubungan yang setia berlangsung sampai mati,
singkatnya ini harus dianggap sebagai hukum tertinggi sebagai suami istri”.

“Tatha nityam yateyam stripumsau tu kritakriyau,
Jatha nabhicaretam tau wiyuktawitaretaram”

“;Hendaknya laki-laki dan perempuan yang terikat dalam ikatan
perkawinan, mengusahakan dengan tidak jemu-jemunya supaya mereka tidak
bercerai dan jangan hendaknya melanggar kesetiaan antara satu dengan
yang lain” (Pudja, dan Sudharta, 2002: 553

3. Kurangnya komunikasidengan pasangan hidup

Komunikasi menjadi begitu berperan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Tanpa komunikasi rumah tangga akan menjadi samar-samar dan akhirnya bisa bubar. Dengan komunikasi dan cinta kasih semoga hidup dal;am rumah tangga dilimpahkan cinta kasih.

4. Ketidak jujuran dari setiap pasangan

Jika seseorang dalam rumah tangga tidak jujur ini dapat menimbulkan saling tidak percaya. Dengan tidak percaya maka bibit perpisahan dapat terjadi da ini tidak diinginkan dalam agama Hindu. Dalam kitab suci Veda perkawinan adalah terbentuknya sebuah keluarga yang berlangsung sekali dalam hidup manusia. Hal tersebut disebutkan dalam kitab Manava Dharmasastra IX. 101-102 sebagai berikut:

“Anyonyasyawayabhicaroghaweamarnantikah,
Esa dharmah samasenajneyah stripumsayoh parah”

“;Hendaknya supaya hubungan yang setia berlangsung sampai mati,
singkatnya ini harus dianggap sebagai hukum tertinggi sebagai suami istri”.

“Tatha nityam yateyam stripumsau tu kritakriyau,
Jatha nabhicaretam tau wiyuktawitaretaram”

“;Hendaknya laki-laki dan perempuan yang terikat dalam ikatan
perkawinan, mengusahakan dengan tidak jemu-jemunya supaya mereka tidak
bercerai dan jangan hendaknya melanggar kesetiaan antara satu dengan
yang lain” (Pudja, dan Sudharta, 2002: 553).

Sesuai dengan ajaran Veda dalam kitab Manava Dharma sastra III. 60 , sebagai berikut:

“Samtusto bharyaya bharta bharta tathaiva ca,
Yasminnewa kule nityam kalyanam tatra wai dhruwam”

“;Pada keluarga dimana suami berbahagia dengan istrinya dan demikian
pula sang istri terhadap suaminya, kebahagiaan pasti kekal”
( Pudja dan Sudharta, 2002: 148).

Keutuhan keluarga haruslah dijaga, tidak ada lasan bagi seorang aHindu untuk cerai bahkan jika tidak puny keturunanpun tidaklah harus berpisah sebab suka dan duka harus dlalui berdama sebagamana dicontohkan Dewi Sinta. Jika ini dilaksanakan maka anda akan bahagia selamanya dalam kehidupan perkawinan anda. Jika anda and adalah korban perselingkuhan janganlah ikut berselingkuh yang menyebabkan anda jatuh keneraka.  Lakukan japa berikutsetipa pagi dan malam hari setelah anda sembahyang sebayak 108 x dengan niat menjaga keutuhan cinta dalam rumah tangga.

Om Kama Pujitayei Namaha

Vibrasi dalam doa ini semoga menumbuhkan kembali cinta suci di antara pasangan yang mulai retak, semoga tumbuh bersemi kembali pada pasangan yang telah kehilangan kepercayaan pada pasangannya

Tentang vaprakeswara

guru Smpn 1 bontang hobi belajar...........
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s