Piramida Mesir Pusat Energi Alam Semesta?


(Sebuah Analisis Yantra/symbol)
Oleh: I Gede Adnyana, S.Ag

A. Piramida Mesir Yang Penuh Misteri

Hingga kini orang masih terheran-heran dengan apa yang dilakukan oleh bangsa mesir kuno yaitu dengan membuat piramida besar. Jika hanya untuk kuburan tentu sangat aneh. Disamping biayanya cukup mahal tehnik pembuatannya pun masih dipertanyakan. Bagaimana bisa bangsa kuno dengan peralatan sederhana dapat membuat piramida yang begitu besar, sementara dizaman modern inipun dengan peralatan yang modern belum tentu dapat membuatnya.
Tujuan dari pembuatan bangunan piramida inipun masih simpang siur, walaupun sebagain besar terbukti bahwa piramida dibuat untuk kuburan raja. Anggap saja ini benar, piramida memang untuk kuburan raja. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa sebuah kuburan harus berbentuk piramida, pastilah ada makna atau maksud yang terkandung dibalik bentuk piramida itu. Seperti diketahui bahwa bangsa mesir kuno menganut agama Hindu, maka melalui artikel singkat ini penulis mengkaji dari sudut pandang cara berfikir Hindu.

B. Alam Semesta Penyimpan Data Abadi
Apa yang anda tidak peroleh jika anda melakukan pencarian dengan mesin pencari data “google” misalnya. Berbagai data informasi dapat anda peroleh dengan mudah dan cepat asalkan anda tahu dan tepat menggunakan kata kunci dari apa yang anda inginkan. Tentu kita patut berterimakasih pada jutaan orang yang kreatif menyimpan datanya pada blog atau website yang tersimpan pada berbagai server yang ada diseluruh dunia. Terkadang anda harus meminta password untuk mengakses data-data yang tersimpan diberbagai belahan dunia.
Selama server menyala maka anda pasti dapat terhubung dengan data yang anda inginkan, tentunya kebanyakan situs mengharuskan anda memiliki akun untuk dapat mengakses data atau dapat terlibat diskusi dalam forum-forum dunia maya. Jika sebuah server tetap bersih dari virus maka dapat dipastikan data-data yang tersimpan didalamnya tetap utuh.
Alam semesta yang merupakan bagian dari Sang Hyang Jagat Karana berbadankan pengetahuan pastilah sumber pengetahuan yang paling pertama dan utama. Jika kita ibaratkan alam semesta ini sebagai tempat menyimpan data, maka data yang tersimpan adalah abadi. Analogi ini membawa pada pemahaman bahwa tak ada sesuatu yang hilang dari setiap kejadian yang dialami oleh manusia, hanya saja sang waktu terus berjalan seperti layar yang tak dapat kembali. Masa lalu digantikan masa sekarang, masa sekarang digantikan masa depan. Manusia ibarat sedang menulis dalam selembar kertas putih melalui pikiran, kata-kata dan perbuatannya. Ia terus menulis tanpa henti, karena pena kehidupan memang tak mungkin dihentikan. Ia tak mungkin menghapus kalimat-kalimat yang sudah ditorehkan dalam kertas putihnya. Ia tak dapat kembali menumpuk tulisan baru pada kertas yang telah penuh dengan tinta kebahagiaan atau penderitaaan. Namun demikian jika seseorang ingin melihat kembali catatan masa lalunya ia harus berhenti sejenak membaca tulisannya dimasa lalu, namun tak dapat mengubahnya.
Jika kita cermati dengan seksama ada kalanya orang dapat melihat masa lalu melalui meditasi yang ia lakukan. Atau orang mampu melihat masa lalu maupun masa depan orang lain sehingga sering disebut para normal. Dan dalam banyak kasus hal semacam ini dapat memberikan pertolongan pada orang-orang yang sakit. Misalnya menanam pagar pada hari yang salah dapat menyebabkan “pemalinan” yang menyebabkan si pelaku sakit. Setelah beberapa lama sakit, ketika ditanyakan pada paranormal ternyata sakitnya akibat menanam pagar pada saat kajeng. Ini artinya data dimasa lampau tidaklah hilang karena itu orang masih dapat membacanya.
Tidak jarang pula orang dapat mengingat kehidupan sebelumnya, seperti yang pernah ditulis diberbagai media atau buku. Sebagian besar kasus mengingat masa lalu ini dapat terjadi pada masa kecil dimana masa kecil atau anak-anak masih belum banyak memperoleh informasi baru, sehingga wasana masa lalu masih mendominasi kehidupannya sekarang. Ada kalanya seseorang yang secara disiplin melatih meditasi juga dapat mengingat masa kehidupan sebelumnya seperti para sulinggih yang tak henti-hentinya menyucikan diri. Biasanya kesan yang diingat adalah yang paling menonjol saja, atau terkadang samar-samar.

C. Pusat Energi Alam Semesta
Untuk menyimpan data computer diperlukan hardisk. Lalu apakah di alam semesta ini juga demikian?
Belajar dari buku Peta Jalan Veda, jelas sekali bahwa Veda adalah pengetahuan yang merupakan nafas Tuhan. Karena itulah Veda itu didengar, bukan diciptakan oleh para Rsi. Para Rsi mendengar Veda yang tersimpan dijagat raya ini melalui telinga batinya. Jika Veda didengar berarti Veda telah ada sebelum para Rsi itu ada dan tentunya akan selalu ada. Selama Tuhan ada berarti Veda selalu ada tersimpan dalam memori alam semesta.
Untuk menjaga agar lampu tetap menyala maka diperlukan sumber energy, manakala energy ini habis maka lampu pasti akan mati. Untuk menjaga agar data pada server dapat diakses oleh para pengguna jaringan internet diperlukan sumber energy listrik. Manakala listrik padam maka data tidak akan terbaca. Jika Veda selamanya ada, selamanya dapat diakses oleh para Rsi maka dapat dipastikan energy yang digunakan tak pernah habis alias abadi. Yang abadi hanyalah Brahman, maka Brahman itu pastilah sumber energy tanpa batas yang menjaga eksistensi Veda dari satu kalpa menuju kalpa berikutnya.
Jika disimbulkan dengan dengan aksara maka Brahman berwujud Om Kara. Maka Om Kara adalah sumber energy diseluruh jagat raya. Karena ia sumber utama energy alam semesta, maka semua yang ada hanya akan bergerak jika memperoleh sentuhan energy Om Kara. Makhluk, baik manusian, hewan mapun tumbuhan dapat hidup karena ada percikan Om Kara (Brahman). Karena itu Om Kara merupakan pusat dari seluruh energy alam semesta, yang memiliki daya cipta (Brahma) dengan symbol Ang, daya melindungi (Wisnu) dengan symbol Ung, dan daya pelebur (Rudra) dengan symbol Mang. Jika digambarkan maka Ang-Ung-Mang membentuk tri kona atau segi tiga. Tri Kona merupakan daya dari Om Kara, karena itu Om kara dikelilingi oleh Tri Kona sebagai dayanya. Jika digambarkan seperti gambar berikut ini:

Bentuk Om Kara dengan Tri Kona ini dalam seni ukir di Bali di samarkan mejadi menjadi ukiran bermotif arda candra. Gambar diatas jika ingin dibentuk menjadi tiga dimensi maka akan membentuk sebuah piramida dengan Om Kara berada didalamnya. Masih perlu dikaji lebih jauh, apakah piramida Mesir kuno ada hubunganya dengan daya Omkara yang merupakan pusat energy alam semesta?
D. Mengakses Energi Alam Semesta
Setelah memahami Om kara sebagai energy yang memiliki daya mencipta, memelihara dan melebur maka semestinya kita dapat mengakses energy tersebut untuk kesejahteraan hidup kita lahir batin. Untuk berinteraksi dalam jejaring social misalnya facebook, seseorang harus mendaftar terlebih dahulu dengan nama pengguna dan passwordnya.
Untuk mengakses Energy Om kara anda dapat melakukan “pendaftaran” dengan cara yang tidak jauh berbeda dengan yang anda lakukan pada jejaring social. Salah satu password yang dianjurkan adalah melakukan Gayatri Mantram untuk membuka gerbang energy alam semesta. Alam semesta diselimuti oleh Tri Guna yaitu kekuatan Sattwam, rajas dan tamas. Satwam dikuasai adalah Dewi Saraswati, Rajas dikendalikan Dewi laksmi, dan tamas dikendalikan Dewi kali. Manakala Tri Dewi ini berkenan dengan permohonan anda maka gerbang energy akan terbuka. Mankala telah terbuka maka anda dapat mengakses energy alam semesta dengan pancaksara Om Nama Siwaya.
Jika anda pernah melihat pemancar HT maka anda akan melihat bahwa antene bagian atas membentuk piramida, yang berfungsi menguatkan signal. Jika anda ingin merasakan pancaran energy Omkara lebih kuat maka anda dapat membuat piramida atau segitiga dengan Om kara didalamnya melalui pikiran anda atau dengan bantuan tangan anda, serta bayangkan gambar Omkara dengan Tri Kona menyentuh tubuh anda. Anda akan dapat merasakan adanya gelombang energy.
Penulis yakin sebagian besar orang akan ragu-ragu dengan dengan pemaparan ini. Atau berfikir ini mistis dan aneh, atau yang lain tertawa. Jika radio saja yang tanpa kabel dapat menangkap singnal dari pemancarnya melalui gelombang dengan frekwensi yang sesuai. Mengapa anda harus ragu dengan diri anda yang diciptakan oleh Brahman, bahan anda dari Tuhan, dirakit oleh Tuhan mungkinkah kalah canggih dengan radio buatan manusia? Mungkin setelah anda mencoba mengakses pusat energy alam semesta ini anda dapat merasakan sendiri manfaatnya.

Om Santih, Santih, Santih Om

Tentang vaprakeswara

guru Smpn 1 bontang hobi belajar...........
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s