Galungan Dan Kuningan Untuk Dunia


Hanya sekedar buah pikiran!

Galungan adalah hari pawedalan jagat jadi ini berarti hari lahirnya dunia yang kita tempati ini. Dalam proses penciptaan teori samkhya menjelaskan adanya 25 tattwas samkhya. yang mana memiliki hubungan yang sangat erat dengan galungan. Jika kita hubungkan maka hari minngu umanis wuku sinta sebagai awal lahirnya pengetahuan di alam semesta ini bersamaan dengan awal pertemuan antara purusha dan pradhana tattwa. Tuhan yang berbadankan Pengetahuan atau purusha bersifat terang dan penuh kecerdasan dan pradhana yang merupakan asas kebendaan bertemu dan lahirlah citta atau alam pikiran.

Lahirnya alam pikiran dapat disejajarkan dengan hari banyu pinaruh dimana lam pikiran yang penuh dengan pengetahuan lahir. Alam pikiran inilah yang merupakan cikal bakal munculnya alam semesta dimana alam pikiran berevolusi menjadi budhi dan ahamkara. Citta, budhi dan ahamkara ini dipengaruhi oleh sattwam rajas dan tamas yang intensitasnya berbeda. Hal inilah kemudian melahirkan dua cabang pengetahuan yaitu Para Widya dan apara widya. Hari Soma Ribek pemujaan Rambut Sedana, Sabuh Mas pemujaan Sang Hyang Mahadewa, berkaitan dengan apara widya Pagerwesi pemujaan Sang Hyang Paramesti berkaitan para widya yaitu pengetahuan tentang bagaimana agar rohani manusia menjadi kuat.

Jika dihubungkan munculnya keinginan yang kuat dari pertemuan purusha dan prakerthi  sebagai sebagai hari suci sebelum tumpek wariga. Tepat pada saat tumpek wariga seluruh benih alam semesta mulai berproses sebagai akibatnya terjadilah phala dari evolusi. Setelah citta berevolusi lahirlah budhi dan ahamkara.

Dari Ahamkara lahirlah, dasendriya dan pikiran sebagai rajanya disini dapat dihubungkan dengan tumpek pengarah dimana mahluk yang paling tua adalah tumbuhan sebagai dasar dari semua mahluk yang ada. Di samping itu lahir pula panca tan matra, dari panca tan matra lahirlah panca Mahabhuta. Pada sugian jawa dan sugian bali inilah mulai berevolusi bahan-bahan alam semesta baik buana agung maupun buana alit oleh karena itu identik dengan fase telur yang masih dierami. Panca Maha bhuta sebenarnya merupakan sari-sari dari sad rasa. Sad rasa adalah cikal bakal badan duniawi. Oleh karena itulah pada saat penampahan lawar merupakan menu diamana sari alah semesta terdapat didalamnya.

Di sini dunia siap berevolusi dan pada hari galungan lahirlah dunia dengan segala isinya yang kesemuanya sesungguhya berbentuk OM. inilah hakikat alam semesta yang sejati, inilah luar dan dalamnya alam semsta, OM di bungkus OM. Karena itu seluruh jagad raya adalah penampakan dari yang satu yaitu OM yang mana di dalamnya ada tiga proses yang paling kekal A adalah awal penciptaan, u adalah tengah pemeliharaan dan M adalah akhir dari kehidupan.

trimasih Tuhan atas Bumi yang indah ini!

Semoga swasti dan santih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s