BUTIR-BUTIR PENCERAHAN ACARYA SUTAPANANDA



DADA SUTAPA NANDA, seorang pria asli  Bali beragama Hindu  yang telah menempuh jalan sanyasin. Pria kelahiran  Desa Pakisan, Tejakula, Buleleng ini telah melakukan Dharma Yatra ke sejumlah Negara di dunia. Dia membawa kejernihan. Dia mengabarkan kedamaian, kemana-mana. Menyebarkan dharma, membantu sesama. Ini adalah kunjungan beliau yang kedua setelah kunjungan beliau di tahun 2006 yang diprakarsai oleh dr. Made Tirta Yasa Warga Kota Bontang yang pernah tugas di Irian Jaya.

Umat Hindu Kota Bontang menyambut baik kehadiran beliu yang dapat dilihat dari kehadiran umat yang memenuhi Wantilan Pura Buana Agung Bontang. Dalam hari pertama diskusi dari pukul 17.00 wita  baru berakhir pk. 20.30 wita.  Hal ini disebabkan banyaknya pertanyaan umat yang berkisar pada hidup dan spiritualitas. Dengan penampilan beliau yang sederhana dan tenang umat mendengarkan setiap wejangan tanpa terasa hingga beberapa jam.

Disela-sela diskusi menjawab berbagai pertanyaan tentang hidup dan spiritualitas Acarya juga mengajarkan Tandawa dan kausiki berserta filisofisnya. Tandawa adalah asanas dalam bentuk tarian untuk membangkitkan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup yang khusus diperuntukkan bagi kaum laki-laki yang diciptakan Dewa Siwa dimasa lalu. Sedangkan kausiki merupakan gerakan asanas sejenis tarian yang diciptakan khusus untuk perempuan yang dapat mencegah menyembuhkan 22 penyakit perempuan.

Berikut beberapa kutipan pesan pesan Acarya pada umat Hindu di Kota Bontang.

1. Menutup Karmaphala Baru Mengikis Karma Wasana

“Untuk bebas dari punabhawa maka hendaknya seseorang dapat menutup karmaphala  baru agar tidak mempengaruhinya,  dan mengikis karma wasana yang telah melekat dalam dirinya!”

Samasara atau punarbhawa adalah reaksi atau hasil dari perbuatan sebelumnya. Setiap perbuatan akan menghasilkan reaksi sebagai akibat dari apa yang pernah dilakukan. Jika dalam kehidupan ini kita mengalami penderitaan maka itu adalah sebuah proses penyucian karma dari masa lalu. Dengan penyadaran seperti ini orang tidak akan sedih ketika tertimpa bencana, karena merupakan bagian dari penyucian. Ketika phala (hasil) dari karma terus dikikis maka akan semakin tipislah karma wsana itu. Namun semua penyucian karma itu haruslah dibarengi dengan menutup karma baru.

Menutup karma baru agar tidak mempengaruhi kehidupan kita bukanlah pekerjaan mudah tetapi dapat dilatih dengan praktek sadhana, yang mengarahkan seseorang bukan  menjadi pemilik atas setiap tindakan dan hasilnya tetapi hanya sebagai sarana atau alat. Dengan menyadari bahwa kita hanya sebagai alat

2. Membangun Ego Universal

Ego ada dalam setiap diri manusia, tak mungkin dilenyapkan tetapi diarahkan. Ego individu menuju pada keakuan yang sempit yang membuat manusia semakin kerdil. Ego hendaknya diarahkan pada ego Universal, yaitu ego milik semesta. Di sini artinya seseorang hendaknya dapat membiasakan diri bahwa segala tindakannya bukanlah miliknya tetapi adalah karena kehendak sang pemilik hidup.

Dengan menyadari bahwa segala tindakan adalah kehendak yang maha kuasa maka akan menekan ego kesombongan, dan menggiring seseorang untuk hidup sederhana yang penuh kedamaian. Disini kita dituntun untuk menjadi seorang pelayan dari seluruh umat manusia, menjadi penyayang atas semua mahluk, menjadi orang yang penuh kasih universal.

3. Doa Dalam Setiap Tindakan

Setiap tindakan yang kita lakukan hendaknya berdasarkan kebenaran dan cinta kasih. Inilah doa yang setipa hari kita lakukan dalam setiap langkah hidup kita. Dengan menggunakan doa sebagai tindakan kita menjadi sebagai pelaku dari setiap butir ajaran Agama Hindu dan bukan sebagai penguasa atas teori-teori agama yang selama ini terjadi dinegara kita. Jika tindakan kita belum sejalan dengan apa yang kita mohon maka itu bukanlah tindakan yang benar, dan sia-sialah ribuan doa jika tindakan kita keliru atau berpaling dari jalan dharma

4. Madawa Sewa Manawa Sewa

Menjadi seorang pelayan akan mengantarkan kita pada cara berfikir jujur dan sederhana. Melayani manusia hendaknya bukan karena didasari pamrih harta atau nama besar atau balas jasa. Melayani seseorang hendaknya didasari pada cinta kasih, dimana dalam setiap makhluk terdapat atman yang sama, yang ada pada diri kita. Melayani seseorang berarti melayani sang atma yang tidak lain berarti melayani Tuhan, “Madawa sewa Manawa sewa –melayani Tuhan dengan melayani umat manusia”

5. Jangan Takut Belajar Spiritualitas

Orang sering keliru mengartikan spiritual sebagai sesuatu yang tinggi yang sulit dicapai oleh setiap orang. Belajar spiritual yang sesungguhnya adalah belajar berfikir, berkata dan berbuat yang benar. Hal ini dapat dilakukan oleh siapapun yang ingin berusaha berbuat baik tanpa kecuali. Seperti halnya seorang Brahmacarin yang artinya orang yang selalu belajar. Masa brahmacari tidak terbatas pada masa muda saja tetapi sepanjang hayat manusia itu belajar.

6. Menjadi Sanyasin Kaya

Menjadi sanyasin adalah pelayan umat, karena sebagai pelayan sanyasin perlu bekerja. Sebab tanpa bekerja kita tak dapat memelihara diri kita sendiri. Bekerja sebagai upaya memperoleh harta adalah suatu keharusan tetapi janganlah terikat pada harta yang telah kita peroleh. Jika seseorang menjadi sanyasin yang kaya bukankah justru dapat menolong orang banyak?

7. Bertapa dalam Keramaian

    Walaupun seseorang hidup dalam dunia yang ramai dan hiruk pikuk, namun hendaknya dapat mengendalikan keinginan. Jika keinginan tak terkendali maka inilah yang menyebabkab seseorang menjadi stress. Hal ini banyak terjadi di kota-kota besar diman tuntutan hidup semakin banyak namun tak dapat diimbangi dengan besarnya pendapatan. Orang cenderung tidak sabar, selalu ingin yang instan. Inilah pentingnya pengendalian diri atau tapa bagi umat Hindu guna menghindari sters akibat pola hidup yang kebanyakan tidak seimbang saat ini.

    8. Sadhana Harus Dipraktekkan

      Bagaimanapun pandainya seseorang menguasai ilmu teori agama, tetapi jika tidak melakukan praktek sadhana, maka semua teori itu sia-aia belaka. Lebih baik tahu sedikit tentang agama tetapi langsung dipraktekkan. Inilah cara hidup sederhana dalam cara beragama yang paling mudah. Dengan praktek sadhana seseorang dituntun dekat dengan Hyang Widdhi sehingga setiap langkahnya akan selalu eling atau selalu sadar. Jika setiap langkah manusia dibarengi dengan kesadaran, maka seluruh dunia akan menjadi damai. Karena itu marilah praktekkan sadhana dari sekarang juga.

      9. Silent Game

      Silent game merupakan salah satu cara yang dapat dipraktekkan sejak dini bagi anak-anak, sehingga mereka terbiasa untuk mengendalikan pikiran. Dengan membiasakan diri mengendalikan pikiran melalui permainan diam diharapkan setiap orang akan terbiasa berlatih menenangkan diri. Silent game telah sering dipraktekkan di Australia oleh Acarya melalui Ananda Marga.

      10. Yantra Sebagai Simbol

      Arca dan symbol suci dalam agama Hindu adalah yantra, yaitu sarana yang sucikan guna mempermudah umat Hindu dalam menghubungka diri dengan Tuhan. Yantra bukanlah yang disembah tetapi perantara bagi umat agar lebih konsentrasi. Dengan demikian benda-benda suci adalah symbol-simbol yang erat kaitannya dengan upaya pengendalian pikiran. Dengan pikiran yang terkendali maka seseorang akan lebih focus pada tujuan.

      Dalam akhir pertemuan di Kota Bontang beliau memberikan konsultasi meditasi secara pribadi, kemudian dilanjutkan dengan latihan meditasi yang diikuti oleh puluhan umat Hindu. Sangt disayangkan karena waktu beliau yang terbatas maka ibu-ibu WHDI yang sedianya juga ingin belajar meditasi belum dapat dilayani. Semoga dalam lawatan berikutnya Dada Acaraya Sutapananda dapat memberikan bimbingan yang lebih intensif.

      Om Santih Santih Santih Om

      One thought on “BUTIR-BUTIR PENCERAHAN ACARYA SUTAPANANDA

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s