SEHARI MENJADI YOGI



Foto Bersama Peserta
Foto Bersama Peserta

Pasraman Widya Buana Kota Bontang  Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Kemah Sadhana pada tanggal 18 s.d 20 Agustus 2011, Bertemakan:  Dengan Sauca Meraih Cita-cita Berdasarkan Dharma. Tema ini dimaksudkan agar siswa belajar menyadari bahwa cita-cita dan harapan masa depan harus diraih, dengan senantiasa mengembangkan sauca, bersih secara lahir dan bathin.

Kegiatan ini baru dibuka pada hari kedua yaitu tanggal 19 Agustus 2011 oleh ketua PHDI Bontang Agung Eka Purnawan.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda, karena masa depan Hindu ada ditangan mereka. Dalam kesempatan ini beliau juga memberikan dukungan 100% untuk alokasi dana yang di butuhkan, disamping ada donator dari beberapa umat Hindu.

Ada suatu yang berbeda yang disajikan dalam kegiatan ini, dimana siswa hanya sedikit mendengarkan  materi ceramah dimana siswa lebih banyak praktek sadhana, melakukan bratha, mona brtha, japa yoga dan meditasi, yang  mulai hari jumat sore tanggal 19 Agustus hingga sabtu malam tanggal 20 Agustus 2011. Sebagai nara sumber dalam kegiatan ini Romo mangku Suwadi dari paruman Pinandita (dharma tula), I Gede Adnyana (ketua pasraman), Ketut Setianingsih (materi SD), Ni Nyoman Narni (Dharma Gita) dan sejumlah guru Pasraman Widya Buana yang bertugas sebagai team penilai disamping sebagai panitia.

Pada hari sabtu Kliwon wuku krulut atau yang dikenal dengan tumpek krulut, peserta mengenakan kain orange, ala yogi Himalaya. Mereka melakukan ritwal penyucian diri yang diawali dengan yoga asanas pada pagi hari, dilanjutkan dengan melukat yang dipimpin langsung oleh Mangku Suwadi, dimana sambil melukat siswa mengucapkan mantram gangga. Setelah melukat dilanjutkan dengan praktek japa, yang dilanjutkan dengan monabratha.  Dalam kegiatan japa siswa melantunkan beberapa bait gayatri, diantaranya Ibu Gayatri, Surya Gayatri, Ganesha Gayatri, Wisnu Gayatri, Guru Gayatri, Brahma Gayatri, Laksmi Gaytri, dan Siwa Gayatri yang dilantunkan bersama-sama. Setelah itu dilanjutkan dengan dengan upamsu japa yang dilakukan secara mandiri oleh peserta.

Bratha dan japa  yang mereka lakukan adalah sebagai upaya menguatkan benih spiritual, sehingga apa yang mereka cita-citakan akan tercapai kelak.  Ada satu kebanggaan, bahwa generasi muda ini sebagain besar menulikan cita-citanya ingin membahagiakan orang tua. Ini berarti ada niat mulia dari mereka sebagai wujud bhakti pada orang tuanya.  Beberapa diantaranya mendambakan berbagai profesi, seperti guru, dokter, bidan, artis dan juga presiden.

BERSUJUD
dirga_pranama Peserta melakukan dirga pranama, bersujud sambil melantunkan ganapati gayatri sebelum memasuki mandala utama Pura.
Komang KO
Komang KO Seorang Peserta Tetap Berjapa walaupun tertidur karena hanya makan ubi dan pisang.

 

Sebanyak 64 siswa SD, SMP, SMA se-Kota Bontang mengikuti kegitan ini dengan semangat, dan kerja keras. Melawan rasa lapar karena hanya makan ubi dan pisang, menahan kantuk dan letih sambil berjapa, dimana setiap aktivitas mereka dinilai oleh guru yang berperan sebagai sang suratma yang mencatat setiap aktivitas mereka.  Diakhir kegiatan diberikan penghargaan pada bebera siswa terbaik yang dapat mengikuti seluruh rangkain kemah sadhana dengan baik. Trimakasih pada seluruh panitia, guru-guru pasraman & donator,  yang bekerja keras dalam kegiatan ini. Om Santih, Santih, Santih Om.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s