Arsip | artikel agama RSS feed for this section

NARAYANA DAN SIWA

26 Jun

Siwa yang suci tanpa noda atau nirmala adalah Narayana yang memiliki sifat “niṣkalaṅko” dalam naskah tri sandhya bait kedua yang bersumber pada narayana upanishad. Sehingga Narayana maupun Siwa sesungguhnya adalah tunggal adanya namun beda nama, sebagaimana karakter theologi Hindu dalam Weda “ekam sat wiprah bahuda wadanti”. Dalam hal ini tuhan dihayati sebagai yang tanpa noda, sehingga dapat diartikan sebagai tanpa kemelakatan atau tanpa ikatan apapun yang menyertai-Nya. Jika kemelekatan adalah noda maka ia adalah mala yang merintangi manusia menuju moksah atau pembebasan, sebab hanya yang tanpa noda mencapai moksa. Hanya yang nirmala menuju yang “nikalako”. 

 

RAHAJENG RERAINAN GUMI Dari tanah Baprakeswara

20 Mar

Kaki langit serat kehidupan

Lebur sandi widya kawaca

Tatap sang surya merayap

Terbit tenggelam tata kehidupan

 

Savitri tersenyum semaikan cinta

Saraswati menuai jiwa

Temukan mereka dibatas antara

Pulang kerumah sang jiwa

 

sepi senyap 1940 saka

renungi relung tattwa

mencari saraswati dalam tapa

tempa hati dalam yoga

 

Soma ribek Wisnu Sri Dewi

tabur wija amerta sari

berbuah karma suci budhi

santosa swasti santhi

 

Sabuh mas Mahadewa Saci Dewi

arta brana guna suci

asih punya bhakti wicaksana

dana punya menabur sejahtera

 

Paramestya Guru Pager wesi

Sejatinya Guru telah kembali

lebur awidya dalam suluh sejati

Bawa jiwa pulang kembali

 

Sanghyang Pramesti Guru

20 Mar

Sanghyang Pramesti Guru adalah guru sejati dimana dalam filosofinya juga disebutkan :

Hidup tanpa guru  juga sama artinya dengan hidup tanpa penuntun.

Sebagai guru sejati untuk manusia dan alam semesta ini, dan tersebutlah pada zaman dahulu keserakahan tidaklah dapat berlangsung lama;

Dengan sifat loba yang berlebihan, dalam sejarah Bali diceritakan pada saat Mayadanawa menjadi seorang raja saat itu yang sifatnya “Nyapa kadi aku” , tidak ingat akan dirinya sebagai seorang raja yang harus mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya. 

Akhirnya para Bhatara dan dewata di Tolangkir menghadap Hyang Pramesti Guru, memohon agar Prabu Mayadanawa yang mencemaskan penduduk Bali dimusnahkan dari madyaloka ini.

Hyang Pramesti Guru memerintahkan para dewata para resi dan tidak ketinggalan Bhatara Indra agar turun ke Bali untuk melenyapkan raja Mayadanawa.

Sanghyang Paramesti Guru sejatinya adalah nama lain dari Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan untuk melebur segala hal yang buruk.

Dalam kedudukannya sebagai Sanghyang Pramesti Guru, beliau menjadi gurunya alam semesta terutama manusia. Hidup tanpa guru sama dengan hidup tanpa penuntun, sehingga tanpa arah dan segala tindakan jadi ngawur.

Sebagaimana dijelaskan oleh wayanalit0, Hari Raya Pagerwesi yang disebutkan dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta.

Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, baik pendeta maupun umat walaka. 

Begitupun dalam lontar Sundarigama disebutkan: “Budha Kliwon Shinta Ngaran Pagerwesi payogan Sang Hyang Pramesti Guru kairing ring watek Dewata Nawa Sanga ngawerdhiaken sarwa tumitah sarwatumuwuh ring bhuana kabeh.”
Artinya: Rabu Kliwon Shinta disebut Pagerwesi sebagai pemujaan Sang Hyang Pramesti Guru yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanga(sembilan dewa) untuk mengembangkan segala yang lahir dan segala yang tumbuh di seluruh dunia.

ARTI AWATARA

22 Okt

žAwatara atau Avatar (Sansekerta: अवतार, avatāra, baca: awatara) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan dharma dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Dharma/Kebenaran.

Selengkapnya ambil AWATARA dalam bentuk ppt

Kaltim Juara I Yoga Asanas Jambore Pasraman 2010

8 Okt

sarwe bhawantu sukinah,

sarwe santu niramayah,

sarwe badhrani pasyantu,

ma kascid dhuka bhagbawet.

(Ketua Pasraman Widya Buana, I Putu Wahyu Diantara,

Agnesia Novia T, Kadek Widhi Cahya Harum S.)

Jambore pasraman pertama tahun 2010 telah lewat namun semangat peserta para siswa pasraman tak pernah surut.

Hal inilah yang terlukis pada tiga  siswa pasraman Widya Buana Kota Bontang, I Putu Wahyu Diantara, Kadek Widhi Cahya Harum Sari, Agnesia Novia Tivani, setelah meraih juara I Yoga Asanas dalam jambore Pasraman Tingkat Nasional tahun 2010 pada tanggal 7 s.d 10 Agustus 2010. Tiga siswa pasraman Widya Buana yang mewakili Kalimantan Timur ini telah berlatih sejak lama bahkan hampir setiap dharma santih baik tingkat Kota maupun Provinsin  selalu tampil membawakan atraksi Yoga Asanas.

Kegigihan tiga siswa Pasraman Widya Buana ini,  akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan dengan meraih juara I Yoga Asanas, sekaligus satu-satunya medali yang dibawa kontingen Kalimantan Timur yang dipimpin langsung oleh Pembimas Hindu Kalimantan Timur Bapak A.A. Gde Raka Ardita. Dalam persiapan kontingen sejak bulan Juli 2010 beliau terjun langsung ke lapangan guna mengecek kesiapan peserta Jambore Tingkat Nasional, yang latihannya dipusatkan di Pura Buana Agung Kota Bontang. Peserta Jambore pasraman asal Kalimantan Timur berjumlah 12 masing-masing NI PUTU  LAKSMI CINTYA DEWI, PUTU KRISNA YUDANI, I PUTU WAHYU DIANTARA, AGNESIA NOVIA TIVANI, NI NYOMAN AYU PUTRI INTAN PERMATA SARI, PUTU SRI DEVI TARI, I GUSTI AYU ARISTI DHIKA PRANANI, I PUTU ARI GUNANTA, DANDA PRASNA SATWIKA, NI MADE AYU SUKMA ASRITYA, NI PUTU EKA AGUSTINA, siswa ditemani 4 official; I Gede Adnyana, Ibu Yatni Suri, Ibu Ida Ayu Ketut S., Ibu  Ni Nyoman Astini.

Ketiga siswa pasraman peserta Yoga Asanas ini memang telah terbiasa memimpin Yoga Asanas setiap hari Minggu, bahkan mereka sempat memberikan pelatihan Yoga Asanas di Kutai Timur atas permintaan tokoh umat Hindu Bapak Ngurah Ambara. Walaupun mereka sangat muda namun telah memiliki bakat dan kemauan keras untuk mendalami Yoga Asanas. Semua ini tidak lepas dari dorongan orang tua, dan dukungan tokoh masyarakat khususnya PHDI Kota Bontang yang memberikan perhatian cukup baik dibidang pendidikan.

Tokoh Hindu Bontang Bapak Ir. Ketut Rusnaya menyambut gembira prestasi ini dan berharap agar kegiatan pasraman Widya Buana ini bisa lebih baik. Rencana kedepan adalah bagaimana menyalurkan bakat siswa Pasraman ini agar dapat disalurkan dan dimanfaatkan bagi dunia pendidikan khususnya Yoga asanas. Salah satu yang menjadi kendala adalah guru Pasraman Widya Buana sendiri belum memiliki sertifikat instruktur Yoga sehingga secara legalitas belum dapat dipertanggungjawabkan sebagai pengajar Yoga Asanas, karena hanya belajar pada saat mengikuti perkuliahan di Universitas Hindu Indonesia Denpasar.

Ketua Pasraman Widya Buana, I Gede Adnyana, berharap agar pihak UNHI dapat memberikan solusi, dan secara pribadi telah ditanggapi positif oleh Bapak I Gst. Bagus Wirawan selaku Pembina Yoga Asanas di Unhi. Hal ini disampaikan ketika belaiu bertugas ke Samarinda dalam rangka ujian skripsi bagi guru-guru agama Hindu di Kalimantan timur pada tanggal 27 September 2010.

Melalui tulisan ini Ketua Pasraman Widya Buana mohon agar UNHI dapat menjadi salah satu Pembina Yoga di Bontang dan Kalimantan Timur pada umumnya, sehingga kedepan pembinaan Yoga memiliki gambaran, dan tujuan yang jelas dan lebih baik dari sebelumnya. Jika hal ini terwujud maka UNHI akan memilki jaringan Kelas Yoga yang berpusat diluar Bali. Semoga keinginan mulia guna membangun persahabatan melalui Yoga ini dapat terwujud. Kami menunggu jawaban dari UNHI.

Loka Samastha Sukino Bawantu

Om Santih, Santih, Santih Om

 

DATA PESERTA JAMBORE PASRAMAN NASIONAL KALTIM

18 Jul

Berikut kami lampirkan data peserta jambore pasraman 2010 asal Kalimantan Timur tahun 2010 dalam format excel

ambil disini

N0 NAMA ASAL SEKOLAH
SEKOLAH KELAS
1 NI PUTU LAKSMI CINTYA DEWI SMA N 1 BONTANG XII
2 PUTU KRISNA YUDANI SMA YPK BONTANG XI
3 PUTU WAHYU DIANTARA SMA N 1 BONTANG X
4 NI KADEK WIDI CAHYA HARUM SARI SMA N 1 BONTANG X
5 AGNESIA NOVIANTIVANI SMA N 1 BONTANG XI
6 NI NYOMAN AYU PUTRI INTAN P. SMP YPVDP BONTANG IX
7 PUTU SRI DEVI SMPN 1 BONTANG IX
8 I GUSTI AYU ARISTI DHIKA PRANANI SMPN 1 BONTANG IX
9 I PUTU ARI GUNANTA SMKN 1 BONTANG X
10 DANDA PRASNA SATWIKA SMA YPK BONTANG XI
11 NI MADE AYU SUKMA ASRITYA SMA YPVDP BONTANG XI
12 NI PUTU EKA AGUSTINA SMA N 1 BONTANG X