Yoga

OM AWIGNAMASTU NAMASIDHAM

1. Dewasa ini manusia mengalami kemerosotan moral, yang bisa dilihat dari banyaknya tindak kejahatan, sebenarnya apa yang menyebabkan hal tersebut!

Kehidupan yang semakin sulit menciptakan persaingan hidup yang semakin rumit. Setiap orang berusaha memenuhi kamanya masing-masing, pola hidup masyarakat dewasa ini semakin rumit, semakin banyak tuntutan yang pada umumnya bersumber pada ketidak mampuan mengendalikan diri. Ketidak mampuan mengendalikan diri dapat di picu oleh beberapa hal, antara lain:

· Judi, permainan dengan taruhan yang dapat menyesatkan pikiran, rumah tangga hancur, tidak ada harapan masa depan. Kita masih ingat betapa bijaksananya Yudistira, namun karena melakukan permainan judi kebijaksanaanya menjadi hilang.

· Lapar, yang bisa berakibat pada kurangnya konsentrasi dan dapat mamicu rasa marah. Makanan begitu penting bagi badan, karena tanpa makan badan ini tidak ada. Dalam keadaan lapar umumnya seseorang akan mudah marah (kroda), dari marah timbulah kebingungan (moha).

· Terlalu menuruti hawa nafsu (kama), sehingga pikiran dibebani oleh keinginan-keinginan. Keinginan seseorang tidak akan pernah habis jika dituruti, Mahabharata melukiskan bahwa kama lebih banyak dari rumput dibumi.

· Terlanjur bohong/ dusta yaitu keadaan tidak selarasnya hati dan ucapan. Satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan yang lain, sehingga tumpukan kebohongan merupakan virus bagi pikiran, jiwa dan tubuh kita. Kebohongan adalah racun bagi pikiran. Obatnya hanya satu yaitu jujur.

· Mabuk akibat minum minuman keras yang berakibat pada hilangnya kesadaran pikiran. Minuman keras bagi tubuh adalah racun, yang dapat membakar syaraf-syaraf otak, menyempitkan pembuluh darah serta rentan dengan tindakan kriminal.

2. Kita ketahui bersama bahwa saat ini kita sedang berada pada zaman Kali Yuga, zaman dimana lebih banyak tindak kejahatan. Ajaran apakah yang relevan agar umat Hindu tidak terbawa arus zaman yang demikian ini?

Dalam penyampaian ajarannya Hindu sangat memperhatikan tiga aspek yang dapat mengarahkan umatnya untuk mengendalikan diri, yaitu keseimbangan antara kebenaran (satyam) yang memudahkan hidup, kesucian (Siwam) yang mengarahkan hidup, dan keindahan (Sundaram) yang menghaluskan hidup. Ketiganya merupakan hal yang tak dapat dipisahkan, Sehingga antara satu dengan yang lainnya saling mendukung. Hal ini amat terkait dengan Tri Kaya Parusuddha, berfikir, berkata dan berbuat yang benar (Satyam), dilandasi kesucian (Siwam), yang dibungkus dengan keindahan (Sundaram). Dengan menyadari Tuhan sebagai Satyam, Siwam, Sundaram, maka akan mendorong seseorang berfikir, berkata, berbuat yang benar.

3. Salah satu poin dari pengendalian diri adalah pengendalian pikiran. Sebenarnya apa yang menyebabkan pikiran itu susah untuk dikendalikan?

Karena pikiran di pengaruhi oleh Tri guna sehingga mengalami goncangan-goncangan serta Panca Klesa (Awidya, asmita, raga, dwesa, abhiniwesa).

4. Kita ketahui bersama bahwa tidak mudah mengendalikan pikiran, karena pikiran itu sangat terkait dengan aktifitas kita yang begitu menumpuk. Nah, bagaimankah cara untuk mengatasi berbagai gejolak pikiran ini?

Dengan menggunakan teori kuda liar, dimana kuda ditangkap dengan mempersempit ruang gerak nya dengan membuat pagar berlapis.

5. Jika mengendalikan pikiran itu seperti menangkap kuda dengan memberikan pagar seperti yang di jelaskan sebelumnya, lalu pagar dari pikiran itu sendiri apa? Mohon dijelaskan?

6. Apakah ada hubungan antara Yoga ansanas (senam Yoga) yang saat ini popular dalam masyarakat perkotaan, terutama di Kota-Kota besar dengan kemampuan mengendalikan diri!

Yoga menyelaraskan nafas, tubuh, dan pikiran, sehingga seseorang terkondisi dan mampu mengndalikan diri.

7. Adakah tips bagi umat Hindu untuk mengahdapi kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pengendalian diri!

Pengendalian diri tidak dapat kita raih tanpa niat, usaha dan doa. Mari bermeditasi pada AUM:

1. A, adalah ambek atau niat yang sungguh-sungguh ingin bebas dari penderitaan (samsara).

2. U, adalah utsaha atau usaha yang keras.

3. M, adalah mangastiti yaitu eling dan senantiasa memuja kebesaran-Nya.

Untuk memudahkan pengendalian diri, berikut ada beberapa tips pengendalian diri, antara lain:

1. Hindari minuman keras, judi, dan makan teratur (bratha)

2. Ingat bangun sebelum matahari terbit lantunkan Gayatri (sauca)

3. Nikmati hidup dengan kesadaran dan rasa eling akan kebesaran Tuhan (bhakti)

4. Damailah dengan sang hidup, hidup sederhana dan tidak berlebihan. (santih)

5. Usaha yang tekun pada meditasi dan usaha pengendalian diri (tapa)

http://viewer.docstoc.com/
// POWER OF WORDS IN HEALING

3 thoughts on “Yoga

  1. om swatiastu

    salam kenal
    saya ucapkan terima kasih atas perjuangannya untuk menyebarluaskan ilmu agama hindu untuk generasi muda.dan semoga sukses dalam melakukan
    berata,yasa,yoga, semadi.

    trimm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s