FILSAFAT HIDUP ALA EMPU KANWA


OLEH: I GEDE ADNYANA, S.Ag

  1. BHAKTI DAN KESADARAN

Kakawin Arjunawiwāha adalah kakawin pertama yang berasal dari Jawa Timur. Karya sastra ini ditulis oleh Mpu Kanwa pada masa pemerintahan Prabu Airlangga, yang memerintah di Jawa Timur dari tahun 1019 sampai dengan 1042 Masehi. Sedangkan kakawin ini diperkirakan digubah sekitar tahun 1030.

Kakawin ini menceritakan sang Arjuna ketika ia bertapa di gunung Mahameru. Lalu ia diuji oleh para Dewa, dengan dikirim tujuh bidadari. Bidadari ini diperintahkan untuk menggodanya. Nama bidadari yang terkenal adalah Dewi Supraba dan Tilottama. Para bidadari tidak berhasil menggoda Arjuna, maka Batara Indra datang sendiri menyamar menjadi seorang brahmana tua. Mereka berdiskusi soal agama dan Indra menyatakan jati dirinya dan pergi. Lalu setelah itu ada seekor babi yang datang mengamuk dan Arjuna memanahnya. Tetapi pada saat yang bersamaan ada seorang pemburu tua yang datang dan juga memanahnya. Ternyata pemburu ini adalah batara Siwa. Setelah itu Arjuna diberi tugas untuk membunuh Niwatakawaca, seorang raksasa yang mengganggu kahyangan. Arjuna berhasil dalam tugasnya dan diberi anu

Empu Kanwa yang hidup sejaman dengan Raja Air Langga pada masa kerajaan Kediri merupakan salah satu Pujangga terbesar yang pernah ada di nusantara. Karya monumental kakawin Arjuna Wiwaha hidup sebagai candi pustaka dalam masyarakat dari waktu-kewaktu. Mengawal prilaku manusia, mengantarkan setiap yang membaca dan menyelaminya pada peningkatan kualitas diri. Oleh karena isinya yang luar biasa tentang filsafat hidup dari insan manusia sebagai makhluk tak berdaya dihadapan Sang Hyang Parammartha (dualitas) hingga mencapai penyatuan atau moksa (monisme).

Secara garis besar kehidupan ini menurut Empu Kanwa adalah sebuah perjalanan spritual dari seorang bhakta yang menyatakan dirinya amat rendah, hingga mencapai kemanunggalan dengan sang pencipta sebagai tujuan akhir. Manunggalnya atma dengan paramatma memberikan kesadaran murni yang tersurat dalam bait pertama Kakawin Arjuna Wiwaha:

1. Ambek sang paramārthapaṇḍita huwus limpad sakèng śūnyatā, Batin sang tahu Hakikat Tertinggi telah mengatasi segalanya karena menghayati Kehampaan[1],
Tan sangkèng wiṣaya prayojñananira lwir sanggrahèng lokika, Bukanlah terdorong nafsu indria tujuannya, seolah-olah saja menyambut yang duniawi,
Siddhāning yaśawīrya donira sukhāning rāt kininkinira, Sempurnanya jasa dan kebajikan tujuannya. Kebahagiaan alam semesta diperihatinkannya.
santoṣâheletan kelir sira sakèng sang hyang Jagatkāraṇa. Damai bahagia, selagi tersekat layar pewayangan dia dari Sang Penjadi Dunia.
2. Us.n.is.angkwi lebûni pâdukanirâ sang hyang Jagatkâran.a Hiasan kepalaku merupakan debu pada alas kaki dia Sang Hyang Penjadi Dunia
Manggeh manggalaning miket kawijayan sang Pârtha ring kahyangan Terdapatkan pada manggala dalam menggubahkan kemenangan sang Arjuna di kahyangan

 

Kesadaran murni yang menjadikan seorang muni hanya sebatas kelir saja dengan Sang Maha Pencipta. Suatu kondisi dimana kebahagiaan Sang Bhakta telah mencapai lila dari kesadaran murni yang mampu melihat secara gamblang tentang arti hidup dan kehidupan. Sang Muni telah mengerti dengan sesadar-sadarnya bahwa tujuan dari sang Hidup hanyalah untuk mangabdi pada Sang Hyang Paramartha.

Tuhan disebut paramartha karena hanya Dialah tujuan tertinggi dari sekalian makhluk. Tanpa mengerti tentang hal ini maka sia-sialah seseorang hidup, sebabnya adalah karena selalu lahir berulang kali dalam peneritaan atau samsara. Ketidak berdayaan manusia terbelenggu oleh sad ripu dan sapta timira membuatnya lupa dan tidak mengerti tentang tujuan akhir dari sebuah kelahiran. Kesadaran murni tentang tujuan akhir dari seorang bhakta hanya mungkin diperoleh manakala Sang Pencipta sendiri yang berkehendak membuka mata batin kesadaran. Kehadiran Tuhan hanya mungkin terjadi jika seorang bhakta tekun dalam olah bathin menyucikan diri dalam ketenangan dari Tri Guna yang diarahkan pada satwam. Hal ini tersurat jelas dalam salah satu bait terpenting dan terpopuler Empu kanwa:

Sasi wimba haneng gata mesi banyu

Ndan asing suci nirmala mesi wulan

Iwa mangkana rakwa kiteng kadadin

Ring angambeki yoga kiteng sakala

Bulan akan nampak jelas manakala air dalam temapayan jernih, tenang tidak bergejolak. Demikian pula ketenangan bathin amat sangat diperlukan untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam diri. Empu kanwa menawarkan Yoga sebagai sadhana bagi pencapaian pencerahan. Dengan demikian maka yoga yang dimaksud adalah berdasar pada bhakti. Tanpa bhakti seseorang tidak akan mencapai kemajuan secara rohani walaupun melakukan berbagai gerak asanas.

Bayangan bulan yang terdapat dalam tempayan seperti yang dilukiskan oleh Mpu kanwa dalam kakawin Arjuna Wiwaha, merupakan gambaran riil dari hidup manusia. Bayangan itu ibarat diri kita yang bergerak sesuai kehendak dari sang pemilik bayangan. Kita ada sebagai bayangan saja yang dapat terhapus manakala Sang Tuan pemilik bayangan pergi.

  1. SEMBAH LAHIR BATHIN

Sebagai bayangan dari yang kekal maka manusia adalah maya yang tidak kekal dengan sifat sementara. Namun demikian sang bayangan memiliki kesamaan dengan tuanya, walaupun bayangan tak mungkin menjadi tuan. Hal inilah gambaran dwaita wedanta dimana ciptaan hakikatnya tetaplah berbeda dengan Sang Pencipta. Hal ini membawa pemahaman bahwa manusia hanyalah sebagai bhakta dari Yang Maha Kuasa. Manusia digerakan oleh kekuatan Tuhan, ia tak dapat bertindak tanpa kehendak dari Tuhan sebagaimana bayangan bulan yang ada didalam tempayan.

Sang kawi Empu kanwa tenggelam dalam lila bhakti, merasakan betapa rahasianya keberadaan Tuhan. Kehadiran-Nya hanya dapat dirasakan dalam lautan bhakti yang dalam. Rahasinya tak mungkin terungkap dalam kata-kata yang terbatas, karena kehadiranya hanya dapat dirasakan oleh bhakta dengan bhakti yang tulus. Akan rahasia keberadaan Sang Hyang Paramartha yang amat sulit dipahami diibaratkan seperti minyak dalam santan, atau api didalam kayu. Hal ini terungkap dalam bait kakawin Arjuna wiwaha sebagai berikut:

Om Sembah ning anata  tinghalana de tri loka sarana,

Wahya diatmika sembah ning hulun  ijeng ta tan hana waneh,

Sang luwir agni sakeng tahen   kadi minyak  saking dadi kita,

Sang saksat metu  yan hana wang  amuter tutur pineh ayu.

Empu Kanwa mengisyaratkan kepada kita tentang sembah lahir bathin (Wahya dhyatmika) terkonsentrasi hanya kepada Sang Pencipta. Sembah total secara menyeluruh hanya mungkin dilakukan jika seseorang menyadari ketidak berdayaanya sebagai makhluk lemah yang hidupnya tergantung pada kuasa dari Sang Pencipta. Tiada lagi keinginan yang lebih kuat dari bhakti. Bersimpuh dihadapan-Nya dalam ketidakberdayaan dimana manusia diliputi oleh sad ripu dan sapta timira yang membelenggu setiap saat.

Disini bhakti diperlukan agar manusia senantiasa memiliki kesadaran dalam menghadapi musuh dalam diri. Kesadaran secara terus menerus (amuter tutur pinahayu) merupakan satu keharusan bagi orang yang ingin beroleh anugrah kesadaran agar terbebas dari samsara. Kesadaran yang terus menerus diupayakan denngan cara yang benar dan tepat, seperti memisahkan minyak dari santan, atau menggosok-gosokan kayu agar keluar api.

  1. PENTINGNYA SADHANA

Keterampilan spiritual “Sadhana” merupakan perwujudan bhakti yang mengantarkan seorang bhakta menjadi lebih dekat dengan pujaanya. Tanpa sadhana tak mungkin seseorang mencapai pencerahan, seperti seseorang yang berusaha membuat api dari dua ranting kering. Jika kayu tak digosokkan secara terus menerus maka api tak akan keluar. Jika seorang bhakta berhenti mempraktekkan sadhana sebelum memperoleh pencerahan maka segala usahanya akan menemui kegagalan. Oleh karena itu seorang bhakta hanya memerluka tiga hal:

Pertama memiliki keyakinan yang kuat tak tergoyahkan, yang menumbuhkan ketulusan untuk berada pada jalan yang benar. Ketulusan akan tumbuh dalam bhakti. Dalam ketulusan akan menuntun manusia pada tindakan yang benar. Tindakan yang benar adalah dharma, dharma (tindakan benar) adalah perwujudan Tuhan. Maka dengan senantiasa berlaksana dharma seseorang semakin dekat dengan Tuhan.

Kedua memiliki pengetahuan yang benar tantang sadhana yang di praktekkan. Pengetahuan bahwa Yang kuasa akan hadir atas kehendak-Nya sendiri kepada para bhakta yang tulus. Disini pengharapan akan kehadiran-Nya pun dianggap sebagai satu pengharapan yang kurang tulus. Oleh karena itu Bhakta hanya perlu memuja-Nya dengan sadhana tanpa suatu pengharapan. Tindakan tanpa pamrih memberikan pengetahuan kesadaran akan hakikat kehidupan. Yang tak terikat pada tali kebutaan pasti akan melihat keterikatan ada dimana-mana. Dengan melihat keterikatan yang disebabkan oleh indriya, maka orang akan melihat indriya sebagai alat yang harus dikendalikan agar tidak memberikan belenngu ikatan pada Sang Diri (Atman).

Ketiga, memiliki keteguhan hati dengan penuh kesabaran dan kesadaran bahwa apa yang dilakukan dalam praktek sadhana akan menuntun sang bhakta mencapai Sang Paramartha. Kesabaran akan berujung pada kesadaran, oleh karena itu kesabaran merupakan bagian dari sadhana itu sendiri. Tentang kesabaran tantri Nandaka harana menceritakan kisah ikan gabus yang bertapa dibawah pohon dadap kemudian berubah menjadi klesih (trenggiling). Hal ini dapat dimaknai sebagai sifat bengis dan buas diruat oleh kesabaran menjadi kasih.

  1. KESIMPULAN

Secara gamblang Empu Kanwa mengantarkan kepada kita sajian karya sastra adi luhung yang sarat dengan filsafat hidup. Bahwa kebahagiaan tertinggi sesungguhnya hanyalah ketika kesadaran murni singgah mengisi hidup kita. Hal ini haruslah membuat kita senantiasa berusaha dengan tekun dalam yoga (catur marga) sebagai jalan (sadhana) untuk meningkatkan kualitas diri membawa rajah dan tamah dalam pengaruh satwa guna. Mengubah sembah kita yang salah karena penuh pengharapan dengan sembah yang pasrah lahir bathin berlandaskan ketulusan hati. Membawa keheningan dalam budhi sehingga cahaya kesadaran hadir atas karunia Tuhan.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KALTIM DUA KALI RAIH JURA I YOGA ASANAS


Setelah menjadi juara 1  yoga asanas dalam tahun 2010, kini kontingen kaltim putra membuktikan kembali ketangguhannya setelah memberikan penampilan terbaiknya dengan meraih kembali  juara 1 dalam Jambore Pasraman Nasional III tahun 2014 di Solo. Keberhasilah Tim Yoga kontingen Kaltim ini sekaligus hadiah satu-satunya yang dapat dibawa pulang oleh kontingen bumi etam ini. Namun demikian hal ini merupakan satu kebanggaan tersendiri karena cabang yoga merupakan cabang yang paling bergengsi dalam jambore pasraman.

Pada Tahun 2010 Tim Yoga asanas putra dan putri masih bergabung yang terdiri dari I Putu Wahyu Diantara, Agnesia Novia T, Kadek Widhi Cahya Harum S. berhasil meraih juara 1.  Pada tahun 2012 tim yoga asanas kaltim yang terdiri dari:   I Putu Wahyu Diantara, Kadek Widhi Cahya Harum Sari, Komang Werdi Triatma, gagal mengulangi suksesnya dengan tidak membawa kemenangan. Namun demikian pujian peserta/  kontingen dari berbagai daerah cukup banyak, bahkan telah lebih dahulu memberikan selamat, karena demikian yakinnya jika kaltim akan meraih kembali juara 1. Walaupun pada akhirnya pulang dengan membawa tangan kosong tidak menjadikan tim yoga kaltim kecewa. Pengakuan dari kontingen lain, akan keunggulan tim ini menyebabkan Kaltim disegani untuk cabang yoga.

Kontingen Yoga asanas Putra pada tahun 2014 terdiri dari Komang Werdi Triatma, I Nyoman Prana Jaya Semedi, I Gusti Ngurah Rika Prastya Wiguna, berhasil membawa kembali nama Kaltim yang disegani dalam Yoga asanas. Mereka merupakan siswa pasraman Widya Buana Kota Bontang. Pasraman Widya Buana telah memberikan eksul yoga sejak tahun 2004 yang dirintis oleh Ibu Ketut Setianingsih. Hingga kini pasraman Widya Buana tetap eksis dan membuktikan bahwa ekstra kurikuler Yoga di Kota Bontang berjalan dengan baik.

Sukses tim putra tidak didikuti oleh tim putri, yang juga telah tampil dengan baik dan kompak. Namun nampaknya masih harus bekerja keras untuk mewujudkan kemenangan dalam jambore pasraman berikutnya, Sukses untuk tim yoga Putra, jangan menyerah untuk tim yoga putri.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

HARI SUCI HINDU MENURUT SUNDARIGAMA


1.      WUKU SINTA
1)      Senin Pon Sinta ( Soma Ribek )
Keterangan              :        merupakan hari suci bagi Sang Hyang Sriamerta ( Dewa Kesuburan/Kemakmuran) yang beryoga di lumbung, tempat penyimpanan beras, di pelinggih Gedong Sri di Pura Desa/Bale Agung
Larangan                    :
–          Menjual padi
–          Menumbuk padi
–          Tidur di siang hari
Sesajen                      :        nyahnyah, geti-geti geringsing, raka pisang mas beserta canang wangi-wangi
Makna                        :        untuk membangkitkan kesadaran umat dalam memahami hakikat batin sebagai sumber pencerahan jiwa yang suci dengan memuja Sang Hyang Pramana . Umat  juga diharapkan benar-benar sadar  dan tidak boleh bermalas-malasan
Soma berarti “bulan” dan Ribek berarti “yang sempurna memenuhi diri setiap umat”
Jadi Soma Ribek bermakna agar umat memiliki kearifan,kebijaksanaan,kelembutan,keramahan seperti sifat bulan.

2)      Selasa Wage Sinta (Sabuh Mas)
Keterangan              :        merupakan hari suci Bathara Mahadewa melakukan yoga di berbagai harta benda seperti uang, emas, perak, intan, permata dan sejenisnya
Sesajen                      :        suci, daksina, peras ajuman, panyeneng, sesayut amertasari, canang lengawangi buratwangi, tadah pawitra, reresik
Dihaturkan di Pamyasan Sanggar atau boleh di tempat tidur
Makna                        :        menyadarkan umat Hindu bahwa sumber kekayaan dan kebahagiaan itu ada di dalam diri setiap umat manusia serta mensyukuri segala harta yang telah diterima sebagai anugerah Hyang Widhi

3)      Rabu Kliwon Sinta (Pagerwesi)
Keterangan              :        merupakan hari suci Bhatara Pramestiguru melakukan yoga diiringi oleh Dewata Nawa Sanga untuk kesuburan dan kesejahteraan segenap mahluk dan alam semesta
Sesajen                :
–           daksina , suci, peras, penyeneng, sesayut pancalingga, penek ajuman dan raka-raka wangi-wangian selengkapnya dihaturkan di Sanggar Kamulan
–          Segehan manca warna sesuai dengan neptu arah mata angin dihaturkan di halaman Sanggar ditujukan kepada Sang Panca Mahabutha
–          Sesayut pageh urip, prayascita, segehan agung 1 tanding ditujukan untuk  manusia
Makna                        :        sesuai dengan runtutannya mulai dari Soma Ribek, Sabuh Mas hingga Pagerwesi diharapkan semua hasil yang telah dicapai tersebut wajib dijaga melalui pengendalian pikiran,perkataan,perbuatan (yoga Samadhi) sehingga bersih dan suci lahir batin guna mempertahankan keselamatan jiwa dan raga umat manusia (pageh urip)

2.      WUKU LANDEP
1)      Sabtu Kliwon Landep ( Tumpek Landep )
Keterangan             :         merupakan hari suci Bhatara Siwa dab Sanghyang Pasupati melakukan yoga semadi
Sesajen                      :
–          Di sanggar  :  tumpeng putih kuning adanan memakai lauk ayam putih, ikan teri, dan terasi merah serta dilengkapi dengan sedah who (buah-buahan) ditujukan kepada Bhatara Siwa
–          Sesajen ditujukan kepada Sanghyang Pasupati : sesayut pasupati, sesayut jayeng perang, sesayut kusuma yudha, suci, daksina, peras, ajuman, canang wangi, tadah pawitra, reresik. Semua senjata diupacarai dimohonkan ketajaman kepada Sanghyang Pasupati dengan merapalkan mantra Dhanurdhara atau ajian ilmu panah
Makna                        :         mengasah ketajaman batin dan pikiran umat manusia

3.      Wuku Ukir
1)      Minggu Umanis Ukir
Keterangan          :       merupakan hari suci Bhatara Guru melakukan yoga semadhi
Sesajen                :      di sanggar kamulan terdiri dari sesayut pengambean, sedah apon 25 buah, kwangen 8 buah serta bias dilengkapi dengan banten lainnya
Makna                 :      umat Hindu memohon anugerah keselamatan dan kesejahteraan kehadapan Bhatara Guru
Maknanya adalah anugerah ketabahan dan kesabaran yang telah diberikan Tuhan pada hari-hari suci sebelumnya yang telah diasah atau ditajamkan pada saat Tumpek Landep.

4.      Wuku Kulantir
1)      Selasa Kliwon Kulantir
Keterangan          :      merupakan hari suci dimana Bhatara Mahadewa melakukan yoga semadhi
Sesajen                :      nasi kuning sapangkon memakai lauk ayam putih siungan betutu, sedah who 22 buah dan sedah apon seperlunya dihaturkan di Sanggar
Makna                 :      menciptakan ketahanan diri sesuai dengan makan “kulantir” yaitu pertahanan diri

5.      Wuku Wariga
1)      SabtuKliwon Wariga ( Tumpek Wariga/Tumpek panguduh/Tumpek Bubuh)
Keterangan          :      merupakan hari suci untuk memuja Sanghyang Sangkara sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan
Sesajen                :
–          peras, tulung, sesayut, tumpeng, bubur, tumpeng agung, lauk daging babi/itik disertai raka-raka, penyeneng, dan tetebus ditujukan kepada Sang Hyang Sangkara
–          sesayut cakragni dan sesayut pangadang hati ditujukan kepada manusia
Makna                 :      memohon anugerah kepada Sanghyang Sangkara agar memberikan kesuburan kepada tumbuh-tumbuhan sehingga tumbuh-tumbuhan dapat berbunga,berbuah,berdaun lebat untuk dijadikan sumber kehidupan bagi manusia

6.      Wuku Warigadean
1)      Senin Pahing Warigadean
Keterangan          :       merupakan hari suci dimana Bhatara Brahma melakukan yoga
Sesajen                :      sedah woh dan perlengkapannya serta bunga wangi-wangian dihaturkan di merajan
Makna                 :      mensyukuri anugrah Tuhan yang telah memberikan penerangan luarbiasa kepada umat manusia atau memohon sinar suci Hyang Widhi sebagai penerangan ketika kita mendalami hakikat diri sendiri terutama hati kita manakala sedang dalam kegelapan

7.      Wuku Sungsang
1)      Kamis Wage Sungsang ( Sugihan Jawa)
Keterangan          :      merupakan hari turunnya para dewa dan roh leluhur ke dunia membesarkan hati umat manusia sambil menikmati persembahan hingga hari raya Galungan tiba
Sesajen                :       parerebuan, pangraratan, pangresikan dan berbagai bunga harum
Makna                 :       sebagai hari penyucian bhuwana agung

2)                            Jumat Kliwon Sungsang ( Sugihan Bali )
Keterangan          :      sebagai hari baik bagi umat manusia untuk menyucikan lahir bathin (bhuwana alit)
Sesajen                :      canang wangi-wangian
Makna                 :      penyucian bhuwana alit

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hari Raya Pagerwesi


Hari Raya Pagerwesi jatuh setiap Rabu Kliwon wuku Sinta. Hari ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta). Hari ini dirayakan mengandung filosofis sebagai simbol keteguhan iman, Pagerwesi berasal dari kata Pager yang berarti pagar atau pelindung, dan Wesi yang berarti besi. Pagar Besi ini memiliki makna suatu sikap keteguhan dari iman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, sebab tanpa ilmu pengetahuan kehidupan manusia akan mengalami kegelapan (Awidya).

Hari raya ini diperingati dengan cara melakukan persembahyangan mulai dari Sanggah/Merajan (tempat bersembahyang dilingkungan rumah tangga) hingga ke Pura lainnya dilingkungan desa maupun Pura Kahyangan Jagat lainnya.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

vaprakeswara


Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Motherboard & Fungsinya


Motherboard komputer, khususnya motherboard komputer PC disusun atas berbagai komponen yang diperlukan dalam membangun sebuah sistem komputer. Komponen-komponen yang umumnya ada dalam sebuah motherboard adalah:

  1. Soket Prosesor. Soket ini merupakan tempat dimana prosesor dipasang. Jenis soket menentukan prosesor apa yang bisa dipasang pada soket tersebut. Jadi soket tertentu hanya bisa dipasang prosesor tertentu saja.
  2. Slot Memori. Slot ini digunakan untuk memasang memori utama komputer. Jenis slot memori juga berbeda-beda, tergantung sistem yang digunakannya.
  3. Northbridge, merupakan sebutan bagi komponen utama yang mengatur lalu lintas data antara prosesor dengan sistem memori dan saluran utama motherboard.
  4. Southbridge, sebutan untuk komponen pembantu northbridge yang menghubungkan northbridge dengan komponen atau periferal lainnya.
  5. Slot PCI Express x16, merupakan slot khusus yang bisa dipasangi kartu VGA generasi terbaru.
  6. Slot PCI Express x1, merupakan slot untuk memasang periferal (kartu atau card) lainnya selain kartu VGA.
  7. Slot AGP, merupakan slot khusus untuk memasang kartu VGA generasi sebelum adanya slot PCI Express.
  8. Slot PCI, merupakan slot umum yang biasa digunakan untu memasang kartu atau card dengan kecepatan di bawah slot AGP dan PCI Express.
  9. BIOS (Basic Input-Ouput System). Merupakan program kecil yang dimasukkan ke dalam IC ROM atau Flash yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi dari sebuah motherboard.
  10. Baterai CMOS, baterai khusus untuk memberikan daya pada BIOS.
  11. Port SATA, merupakan antarmuka untuk media penyimpanan generasi terbaru. Port SATA bisa digunakan untuk menghubungkan Hard Disk dengan sistem komputer.
  12. Port IDE, merupakan antarmuka media penyimpanan sebelum generasi SATA.
  13. Port Floppy Disk, digunakan untuk menghubungkan media removable atau media penyimpanan yang bisa dicopot yaitu Disket atau Floppy Disk.
  14. Port Power, yaitu port untuk memberikan daya kepada sistem komputer.
  15. Back Panel, merupakan kumpulan port yang biasanya diletakkan di belakang casing atau wadah komputer PC. Port atau colokan yang biasanya ada di belakang casing komputer PC adalah:
  16. Port PS/2 Mouse, untuk menghubungkan mouse dengan komputer.
  17. Port PS/2 Keyboard, untuk memasang keyboard.
  18. Port Paralel, untuk memasang periferal kecepatan rendah dengan lebar data delapan bit. Biasanya digunakan untuk memasang printer sebelum generasi USB.
  19. Port Serial, digunakan untuk memasang periferal kecepatan rendah dengan mode transfer data serial. Namun saat ini jarang digunakan.
  20. Port SPDIF, digunakan untuk menghubungkan komputer dengan periferal audio seperti home theatre.
  21. Port Firewire, untuk menghubungkan peralatan eksternal kecepatan tinggi seperti video capture atau streaming video.
  22. Port RJ45, digunakan untuk menghubungkan komputer dengan jaringan LAN.
  23. Port USB, digunakan untuk antarmuka dengan periferal atau peralatan eksternal generasi baru yang menggantikan port paralel dan Serial.
  24. Port Audio, digunakan untuk menghubungkan komputer dengan sistem audio seperti speaker, mikrofon, line-in dan line-out.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Share this Music


videokeman mp3
While My Guitar Gently Weeps – Jeff Healy Band Song Lyrics

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar