Herbal, Uncategorized

INFO LENGKAP MANFAAT VARASH HEALING OIL


INFO LENGKAP MANFAAT VARASH HEALING OIL

Resseler : Setianingsih 08115400920, 081346516533,

Minyak Obat Varash atau Varash Healing Oil mengandung 108 tanaman herbal yang diolah & disatukan secara khusus sehingga menghasilkan energi penyembuhan dari alam.

Berfungsi mengaktifkan & menyeimbangkan energi tubuh atau (chi-prana) yang secara otomatis mampu memperbaiki keseimbangan & kesehatan tubuh secara alami.

Chi-Prana adalah energi vital kehidupan, yang mengalir pada pusat-pusat cakra atau jalur-jalur meridian pada tubuh kita. Energi yang membuat manusia hidup & semua organ berfungsi dengan baik. Apabila ada gangguan Chi-Prana maka akan terjadi gangguan pada organ tubuh.

Energi Chi-Prana Berfungsi Untuk :

  • Memperbaiki & meningkatkan sistem metabolisme tubuh
  • Meningkatkan kinerja organ
  • Memperlancar sirkulasi darah, enzim & hormon
  • Memperkuat sistem imunitas tubuh
  • Menghangatkan & mengatur panas tubuh

Keseimbangan Energi Chi-Prana yang baik akan menciptakan keharmonisan dalam tubuh, & tubuh kita mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan muncul gangguan kesehatan.

78 Manfaat Minyak Varash Healing Oil :

  1. Asam urat, Rematik, Kesemutan, Nyeri sendi, Syaraf kejepit, Leher tegang
  2. Pegel linu, Keseleo, Salah tidur, Sakit pinggang, Nyeri otot, Otot bengkak, Otot kejang, Nyeri artritis, Kram olahraga, Bengkak, Lebam
  3. Gangguan pencernaan, Sembelit, Wasir/ambeien, Maag, Perut kembung, Panas dalam
  4. Batuk, Mengatasi gejala flu, Meriang, Masuk angin, Badan panas, Gejala tipes, Demam berdarah
  5. Vertigo, Sakit kepala, Kepala berputar, Migrain, Pening, Mabuk perjalanan, Kepala tegang
  6. Vitalitas seksual, Menambah sperma, Nyeri haid, Haid tidak teratur, Kesuburan, Menjaga stamina, Miom, Kista, Nyeri, Anyang-anyangan
  7. Sakit gigi, Sariawan, Gusi bengkak
  8. Semua jenis alergi (Makanan, Debu, Aroma, Lingungan, Dingin), Bisul, Kutil
  9. Semua jenis luka, (Luka bakar, Knalpot, Berdarah, Borok, Tersiram air panas / minyak goreng, Luka diabetes, Apid)
  10. Mengilangkan segala jenis gatal (Digigit nyamuk/binatang, Jamuran & Alergi), Anti nyamuk & Anti Kutu
  11. Menghancurkan lemak & menghilangkan selulit
  12. Membantu menyembuhkan penyakit Degeneratif (Diabetes, Infeksi, Kanker, Liver jantung, Paru-paru, Hati, Limpa)

Cara Pemakaian Minyak Varash / Minyak Obat Varash :

  1. Balurkan pada tempat yang sakit
  2. Balurkan disepanjang tulang belakang dari atas ke bawah
  3. Balurkan pada pusat-pusat cakra
  4. Balurkan pada telapak kaki & sela-sela jari kaki

Balurkan Varash Healing Oil dengan cara di gosok atau ditekan halus sampai benar-benar minyak meresap ke pori-pori kulit. Jika diperlukan, ulangi setiap 1 jam sekali. Untuk menjaga kesehatan cukup di balurkan menjelang tidur.
Hasil penelitian medis telah banyak menerangkan bahwa tulang belakang manusia sangatlah penting dalam menunjang organ tubuh lainnya. Dan tahukah Anda, bahwa fungsi yang dimiliki oleh tulang belakang manusia juga ternyata merupakan keajaiban dari tulang belakang itu sendiri. Mengapa demikian? Orang awam terkadang tidak berfikir akan fungsi tulang belakang yang begitu ajaib tersebut, maka dengan itu sangat wajib kita membalurkan Varash Healing Oil di punggung kita, nutrisi akan terserap menyehatkan & memberi nutrisi tulang punggung, tulang punggung kita sehat tidak masalah maka kesehatan kita & organ tubuh lainnya akan optimal juga.

varash-tulang-punggung

varash-tulang-punggung-manusia

Komposisi Minyak Varash / Minyak Obat Varash

Terbuat dari 108 jenis tanaman yang berkhasiat obat. Enam (6) unsur pohon kehidupan daun, batang, akar, bunga, buah & biji

Ditambah tiga (3) yaitu, air, api & ether. Diwakili oleh minyak kelapa, minyak essensial & pikiran yang baik dalam proses pembuatan.

Menjadikan sembilan (9) unsur alam semesta yang sempurna. Di olah dengan seksama dalam komposisi harmonis.

Komposisi Minyak Obat Varash tersebut adalah :

  • Daun Ashitaba, bermanfaat untuk : Menyehatkan kulit dan menghilangkan kerutan, Melancarkan peredaran darah dan mencegah pembekuan darah, Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Kaya serat, Anti bakteri dan anti inflamasi, Penangkal sinar ultraiolet, Mencegah infeksi, Menyehatkan rambut, Sebagai antioksidan alami yang kuat
  • Daun Neem,
    Perawatan gigi: Komponen antiseptik ditemukan di ranting Neem penting untuk penyakit  gusi berdarah, sakit gusi, periodontal, infeksi, kesehatan gigi, & mencegah kerusakan gigi.
    Detoksifikasi: Neem dapat sebagai detoksifikasi atau memusnahkan racun dari darah & bekerja sebagai pembersih darah. Selain itu, Neem memperkuat sistem kekebalan tubuh, menghambat setiap invasi parasit, jamur dan virus berbahaya.
    Diabetes: studi saat ini telah menyoroti efek hipoglikemik Neem, yang terbukti dapat mengurangi kebutuhan insulin hingga 50% tanpa mengubah tingkat glukosa darah.
    Penyakit kulit: Neem telah menunjukkan efektivitas yang luar biasa dalam mengobati berbagai masalah kulit termasuk psoriasis, eksim dan kondisi persisten lainnya.
    Stres: dosis rendah efek sedatif telah ditemukan pada daun Neem, yang mengurangi tingkat kecemasan dan stres.
    Tukak lambung: Neem secara signifikan telah mengurangi volume sekresi cairan lambung (63%), dan asam lambung (77%) dan aktivitas pepsin(50%) sehingga kerusakan lambung diminimalkan.
    Anti-inflamasi & anti-artritis: Nimbidin, konstituen dari Neem telah terbukti memiliki sifat anti-artritis dan anti-inflamasi kuat.
    Kontrasepsi potensial: immunomodulator yang diperoleh dari ekstrak Neem yang dimurnikan mempromosikan sel dan makrofag yang mencegah atau menghentikan kehamilan. Kesuburan dapat dipulihkan setelah satu atau dua siklus tanpa ada kesan (efek) nyata untuk kehamilan berikutnya.
    Kanker: Neem memiliki kekuatan dan kemampuan dalam membunuh sel kanker atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk menjaga dari kehancuran. Neem melakukan tindakan luar biasa terhadap berbagai sel kanker manusia termasuk kanker payudara, prostat, mulut, kulit, hati, lambung, usus dan paru-paru.
    Perawatan rambut: minyak rambut dari Neem membantu untuk mempromosikan rambut yang sehat dan berkilau serta mencegah rambut kering, rontok dan beruban dini.
  • Purwoceng, bermanfaat untuk dapat meningkatkan libido atau hormon pria yaitu LH (Luteinizing hormone) & testosteron. Purwaceng  mengandung senyawa kumarin yang berperan sebagai anti bakteri, jamur & kanker, melancarkan saluran seni (diuretik), tonik (meningkatkan stamina tubuh).
  • Bunga Lawang, bermanfaat untuk Ganguan pencernaan, Melancarkan saluran kencing, Mengobati batuk, Mengurangi gejala mual-mual bagi ibu yang sedang mengandung, Mengobati sakit sendi, Mengobati flu.
  • Amlaki, bermanfaat untuk : Melawan kanker, Baik untuk usus, Menurunkan berat badan, Mengontrol tekanan darah tinggi, Meningkatkan sirkulasi darah, Memperkuat jantung.
  • Pule, bermanfaat untuk mengatasi masalah demam, malaria, diare, darah tinggi, kencing manis
  • Gaharu
    A. Manfaat Metafisik Kayu Gaharu :
    – Pelengkap & media berdzikir utk mendapatkan kesembuhan & meringankan penyakit
    – Membantu melemaskan dan merilekskanketegangan saraf.
    – Menangkal dan menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh ilmu hitam atau sihir.
    – Sebagai sarana untuk mengobati kesurupan.
    – Perantara dalam melindungi penyakit karena santet dan ilmu hitam,
    – Aroma kayu gaharu membantu  ketengangan & mengurangi rasa cemas yang berlebihan.
    – Membantu proses meditasi / tafakur
    B. Manfaat Kesehatan Kayu Gaharu :
    – Meningkatkan kekuatan otot tubuh.
    – Membuat tubuh lebih kuat dan tidak mudah lelah.
    – Terapi penyembuhan penyakit,
    – Membantu meningkatkan kinerja organ fisik,
    – Membantu meringankan rasa sakit akibat cedera.
  • Mesui, secara tradisional kulit kayu mesoyi digunakan untuk menghangatkan perut pada kasus diare/murus dan kejang perut
  • Jehe Merah, bermanfaat untuk Mengatasi rematik, Menyembuhkan batuk, Menurunkan kadar kolesterol dalam darah, Menghilangkan jerawat, Meredakan sakit kepala, Membantu diet
  • Temu Gongseng, —
  • Rosemary, bermanfaat untuk Anti bakteri, Memperbaiki pencernaan, Mendorong pertumbuhan rambut, Meningkatkan sirkulasi darah, Membantu ginjal agar berfungsi dengan baik, Bermanfaat utk masalah pernafasan, Meningkatkan memori dan konsentrasi, Mencegah kanker, Memperlambat penuaan
  • Mahkota Dewa, Dapat dijadikan obat untuk antibakteri, Meningkatkan kekebalan tubuh dna vitalitas, Mengurangi terjadinya kadar gula yang berlebihan, Mengurangi terjadinya penggumpalan darah
    Sebagai anti alergi, Dapat dijadikan obat untuk melawan penyakit syahwat, tumor, alergi, disentri, lever, kanker dan jantung>> Sumber : dari berbagai informasi di internet…

Minyak Varash Pilihan Keluarga Sehat

Minyak Obat Varash membantu menyembuhkan gangguan psikosomatisPsikosomatis adalah gangguan psikis yang menyebabkan timbulnya gangguan fisik.

Emosi-emosi negatif seperti stress, cemas, kecewa, atau perasaan bersalah, menjadi penyebab terjadinya gangguan psikis ini.

Yang paling sering dikeluhkan adalah jantung berdebar, keluhan lambung, sesak nafas, atau perasaan tidak nyaman saat bernafas, nyeri otot, kesemutan, susah tidur/insomnia, gelisah, stress, perasaan tidak enak, pikiran tegang, dan gangguan psikis lainnya.

Dengan pijitan ringan & lembut Minyak Obat Varash Healing membantu mengatasi gangguan psikosomatis.

minyak varash herbaldiy

minyak obat varash herbaldiydotcom


Testimoni Pelanggan Minyak Varash (Healing Oil)

Testimoni Varash Healing Oil lebih banyak lagi bisa klik Fanpage Facebook Saya di :

Terapi Nyeri & Saraf Kejepit tanpa Operasi dgn Minyak Obat Varash

Ketika kita sakit saraf kejepit pasti sangat menyiksa.
Penyebab saraf terjepit ini bisa karena faktor usia, beban kerja yang terlalu berat, sering angkat beban, mengangkat sesuatu yang melebihi kemampuan fisik dan kegemukan.

Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah :
1. Nyeri,
2. Mati rasa atau rasa seperti terbakar
3. Kesemutan, atau
4. Kelemahan otot sepanjang jalur saraf

MINYAK VARASH MENYEMBUHKAN SARAF KEJEPIT TANPA OPRASI

urat syaraf kejepit herbaldiydotcomurat syaraf kejepit herbaldiydotcom

Minyak Varash hadir membantu mengatasi syarat kejepit tanpa oprasi.
Minyak Varash dibuat dari 108 tanaman yang berkhasiat obat. Diramu dengan komposisi harmonis menghasilkan Minyak yang bisa membantu penyembuhan saraf kejepit tanpa perlu operasi.

Dengan aroma dan kehangatan yang pas akan memberikan efek penyembuhan secara alami dan cepat.

CARA PEMAKAIAN VARASH HEALING OIL:

Balurkan dan gosok sampai minyak meresap sempurna pada :

1. Seluruh tulang punggung dari tengguk sampai tulang ekor.
2. Balurkan juga di jari dan telapak kaki. 3. Balurkan ditempat yang terasa sakit dan nyeri
3. Balurkan sampai Minyak Benar benar meresap. 1 kali terapi sekitar 15 menit.
4. Bila diperlukan setiap 1 jam sekali dibalurkan untuk mendapatkan hasil maksimum.
5. Baluran wajib minyak Varash 3 kali sehari
6. Setelah selesai terapi sangat dianjurkan minum air hangat 1-2 gelas.

Pemakaian selama 5 hari sudah sangat terasa perubahannya.
setelah itu dianjurkan menggunakan secara rutin 1-3 bulan.

Jika berkenan beli 1 botol untuk membuktikan keampuhan Minyak Varash untuk membantu penyembuhan saraf kejepit tanpa oprasi.


Terapi Penyakit Kista dgn Varash Healing Oil / Minyak Varash 

penyakit miom & kista
Penyakit kista merupakan salah satu jenis penyakit pada wanita yang membentuk benjolan yang tumbuh pada ovarium, pada daerah kelamin.
Benjolan tersebut mengandung cairan kental sepeti nanah, darah dan ada juga yang hanya berisikan udara. Gejala-gejala sering mengeluh rasa sakit yang begitu terlalu saat masa haid, atau rasa nyeri yang dirasakan pada bagian bawah perut, atau juga seringnya keinginan untuk buang air kecil maupun besar.

Varash Healing Oil atau minyak obat Varash dgn kandungan 108 tanaman herbal. Yang diramu dengan seksama dgn komposisi yg benar dan harmonis telah terbukti menyembuhkan berbagai penyakitm salah satunya penyakit kista.
Kami sarankan jangan dulu dioprasi semasih memungkinkan dengan restu Tuhan YNE, Varash Healing Oil atau Minyak Varash memberikan penyembuhan terbaik melalui jalur energi tubuh.

BALURKAN MINYAK VARASH :
1. Telapak dan jari kaki
2. Sepanjang tulang punggung
3. Perut, Perut bawah, pinggang, selangkangan paha & bagian tubuh yang terasa tidak nyaman.

Balurkan & gosok Minyak Varash sampai meresap merata di kulit.
Lakukan minimal 3-5x sehari. Lakukan dengan seksama & penuh perhatian.
Jika sakitnya sudah lama & tidak kunjung sembuh atau sudah membuat tidak nyaman
Setiap habis terapi minum air hangat 1-2 gelas.
Lakukan dengan telaten setiap hari.
Setelah 1 bulan silahkan check up kembali ke dokter dan lihat perubahannya.


PIJAT BAYI SEHAT DENGAN MINYAK VARASH

pijat bayi dg varash

Varash Healing Oil dapat digunakan untuk semua usia. Dari balita sampai manula.

Penggunaan Minyak Varash untuk bayi sangat dianjurkan dan memberikan dampak yang baik.

Balurkan Minyak Varash dan gosok gosok ditangan Ibu Bayi dulu. sebelum dibalurkan dan memijat lembut ke tubuh bayi kita. Dengan kehangatan yg sangat pas. dan kandungan 108 tanaman obat yg diramu dalam komposisi yang harmonis. Akan memberikan dampak kesehatan fisik mental dan pertumbuhan bayi yg optimal. Pijatan demi pijatan yang Anda berikan tidak hanya mendekatkan ikatan Anda dengan buah hati.

Sejumlah manfaat lain dari pijatan yang mungkin dapat dirasakan olehnya seperti:

1. Membantunya tidur pulas.
2. Dapat membuatnya rileks.
3. Jarang menangis.
4. Mengurangi rasa sakit gigi saat gigi si Kecil tumbuh.
5. Meningkatkan sirkulasi darah.
6. Meningkatkan berat badan.
7. Melancarkan pencernaan.
8. Mendukung perkembangan mental, fisik, dan sosial.
9. Jika si Kecil terlahir dengan penyakit kuning atau lahir prematur, pijatan mungkin
dapat membuatnya pulih lebih cepat.

Agar si Kecil menikmati kegiatan pijat bayi ini dengan maksimal, perhatikan segala isyarat yang dikeluarkan olehnya. Isyarat ini bisa menjadi sinyal apakah dia suka dengan pijatan Anda atau tidak.

Segera hentikan pijatan jika si Kecil mulai menangis karena itu pertanda bahwa dia sudah merasa cukup dengan pijatan Anda. Waktu terbaik untuk melakukan pijat bayi adalah ketika dia sedang terjaga, jangan pada saat tertidur.

Pastikan bayi tidak dalam kondisi terlalu lapar atau kenyang saat Anda memberinya pijatan.

Bayi sehat bersama Varash Healing Oil


TERAPI KATARAK, MATA RABUN, MATA PLUS / MINUS, MATA LEHAH MENGGUNAKAN VARASH HEALING OIL

Mata adalah jendela dunia. Menjaga kesehatan mata berarti menjaga karunia Tuhan yang paling indah.

Penggunaan kaca mata ketika penglihatan agak rabun tidak membuat kesehatan mata kembali sehat dan malah membuat otot mata semakin manja serta beraktifitas tidak nyaman.

Masalah yang umum dimiliki masyarakat saat ini adalah :
• Kelelahan mata
• Strees mata
• Mata minus / plus
• Mata silinder
• Rabun senja
• Katarak

TERAPI MATA DENGAN VARASH HEALING OIL

Mengaktifkan kembali otot otot mata dan memperbaiki jalur energi mata untuk kembali normal adalah solusi alami untuk mengembalikan kesehatan mata.
Dengan kandungan lebih dari 108 jenis tanaman yg berkhasiat obat.
Diwakiki oleh enam (6) unsur pohon kehidupan yaitu daun, akar, bunga, batang, buah dan biji, ditambah 3 unsur energi yaitu air, api dan ether. diwakiki oleh minyak kelapa, minyak esensial dan pikiran yg baik dalam proses pembuatan.
Menjadikan 9 unsur alam semesta yang sempurna. diolah dengan seksama dalam komposisi harmonis.
Membantu memperbaiki masalah kesehatan mata. Dan metode ini sudah diterapkan dari ribuan tahun yang lalu. Dan terbukti masyarakat zaman dulu penglihatannya sangat sehat dan tajam melihat saat malam hari.

CARA PEMAKAIAN VARASH HEALING OIL UNTUK KESEHATAN MATA

pengobatan mata dgn varash

1. Tutup mata anda dengan tenang
2. Balurkan Minyak Varash dengan tekanan lembut. Balurkan disekitar otot dan jalur meridian mata.
(Lihat gambar mata)
3. Arah balur sesuaikan arah dengan no urut pada fhoto. Lakukan minimal 3-7 kali.
Balurkan dengan tekanan lembut sampai minyak diserap dengan baik. ( Lihat gambar mata)
4. Beri tekanan lebih pada daerah titik titik dari no. 1 -7
5. Balurkan Minyak secukupnya di seputaran otot wajah dengan arah bebas.
6. Balurkan Minyak & gosok lembut di semua daun telinga
7. Balurkan Minyak di leher belakang terutama di daerah batang otak
8. Lakukan terapi ini 3 x sehari. Dan berikan waktu lebih sekitar 10 menit terapi menjelang tidur malam.

Manfaat mulai dirasakan setelah penggunaan Minyak Varash sekitar 2 minggu.

Selamat mencoba dan kembali sehat utk semua masalah kesehatan mata.


TERAPI SINUSITIS MENGGUNAKAN VARASH HEALING OIL

Sinusitis dengan Minyak Varash

Penyakit sinusitis sangat mengganggu pernafasan kita. Menyebabkan perasaan tidak nyaman dalam beraktifitas. Dalam jangka panjang bisa mempengaruhi kesehatan organ lainnya.
Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus. Bisa pada sinus depan atau sinus belakang.
Sinus berbeda dengan pilek. Kalau pilek disebabkan oleh kuman atau infeksi yang bersifat sementara.
Penyakit sinusitis sangat terkait dengan fungsi imunitas. Sehingga penyebabnya bisa bermacam macam, Seperti : debu, asap, perubahan cuaca, bulu binatang dsb.

Kurangi konsumsi makanan kimia, susu, gula olahan dan gorengan.
Olah raga teratur 30 menit dan rutin minum air hangat sangat membantu menyembuhkan sinus secara alami.

VARASH HEALING OIL

Terbuat dari 108 jenis tanaman yg berkhasiat obat. Diwakiki oleh enam (6) unsur pohon kehidupan yaitu daun, akar, bunga, batang, buah dan biji. ditambah 3 unsur energi yaitu air, api dan ether. diwakiki oleh minyak kelapa, minyak esensial dan pikiran yg baik dalam proses pembuatan. Menjadikan 9 unsur alam semesta yang sempurna. diolah dengan seksama dalam komposisi harmonis.

Minyak Varash sudah terbukti mampu menyeimbangkan Sistem Imunitas tubuh dan membantu menyembuhkan penyakit Sinusitis

Balurkan Varash Healing Oil pada :
1. Telapak dan jari kaki
2. Tulang punggung
3. Telinga dan belakang teling
4. Dada
5. Daerah sekitar hidung, kening dan batang hidung.

Utk daerah sekitar hidung balurkan setiap 1-2 jam sekali.
Perubahan akan mulai terasa setelah menggunakan 1 botol Minyak Varash. Dan lanjutkan terapi ini selama minimal 3 bulan berjalan utk mendapatkan hasil maksimal.

_/|\_ Varash Hadir Untuk Keluarga Sehat


TERAPI BENJOLAN PAYUDARA, KETIAK, BELAKANG TELINGA & ORGAN WANITA DENGAN VARASH HEALING OIL

Banyak perempuan yang tak memahami dan mengenali payudaranya sendiri…. ketika menyadari ada benjolan, mereka langsung panik dan khawatir. Benjolan pada payudara tidak selalu menandakan adanya kanker, bisa saja benjolan yang terasa di payudara bersifat fungsional akibat pengaruh hormon semata.

Tapi juga tetap harus waspada karena bisa juga bertumbuh dann berbahaya.

Dengan pemakaian VARASH healing Oil secara rutin sangat membantu untuk menyembuhkan atau menghilangkan benjolan pada payudara. Kami sudah banyak mendengarkan cerita berbagai benjola bisa sembuh dengan Minyak Varash.

Ada benjolan diketiak, Payudara, punggung bahkan ada yg berbentuk kista di area wanita.

Balurkan Varash Healing Oil pada :

1. Telapak dan jari kaki
2. Sepanjang tulang punggung
3. Telinga dan belakang telinga
4. Daerah tubuh benjolan. dr sekitar benjolan dan ke tepat dibenjolannya.
Cukup balur dan gosok dengan lembut sampai minyak diserap.
5. Bagian-bagian tubuh yang terasa tidak nyaman atau kesemutan.

Balurkan minyak sampai meresap merata di kulit. Nikmati semua sensasi yang muncul ketika dibalurkan Varash Healing Oil. Lakukan minimal 3x sehari untuk di telapak kaki dan tulang punggung dan untuk di daerah benjolan balurkan setiap 1 jam sekali.

Jangan lupa setiap terapi wajib minum 1-2 gelas air putih hangat.

_/|\_ Semoga bermanfaat.. Varash hadir utk memberikan kesehatan dgn penuh cinta..


STROKE NON HEMORAGIK (SNH) DAN VARASH HEALING OIL

Nama : Bp. Basuki
Umur : 49 tahun
Pekerjaan : PNS
Alamat : Lampung

Awalnya sekitar 3 bulan yang lalu saya terkena serangan stroke. Dari hasil CTS-Scan kepala ditemukan penyumbatan pembuluh darah otak atau dalam istilah medis disebut Stroke Non Hemoragik. Sebagai dampaknya bicara saya cadel, tangan dan kaki kanan saya menjadi lemas sulit digerakkan. Bagian yang paling berat adalah tangan kanan saya. Saya kemudian berobat ke dokter spesialis saraf dan diberi obat. Lalu dianjurkan Fisiotherapi. Selain itu saya juga menjalani pengobatan alternatif; bekam, pijat refleksi, sampai terapi dengan setrum listrik karena keinginan untuk sembuh. Perubahan memang ada tapi saya rasakan sangat lambat. Hingga pada kira-kira seminggu yang lalu saya diperkenalkan dengan minyak Varash. Awalnya saya ragu, tetapi apa salahnya saya coba. Saya ikuti petunjuk pemakaian, minyak dibalurkan disepanjang tulang belakang dan telapak kaki serta jari-jari kaki. Lalu tangan dan kaki kanan. Untuk tangan kanan dianjurkan dibalurkan tiap 2 jam, tetapi kadang saya hanya membalurkan 3 – 5 kali sehari, lalu minum air putih hangat 1-2 gelas setelah terapi dengan minyak Varash. Luar biasa, belum ada seminggu saya balurkan perubahan sudah sangat terasa, tangan kanan saya rasakan semakin bertenaga dari hari ke hari. Walaupun belum sempurna tapi saya merasakan perubahan yang luar biasa. Intinya semakin hari saya rasakan badan saya semakin terasa sehat. Sekarang saya semakin rajin membalurkan minyak Varash agar lebih cepat sembuh.
Disiku tangan kanan saya juga terdapat benjolan sebesar telur puyuh, teraba keras. Dokter menganjurkan untuk operasi kecil, tapi saya belum bersedia. Atas saran, saya balurkan minyak Varash juga di benjolan itu, dan syukur alhamdulillah sekarang benjolan itu saya rasakan tidak keras lagi dan mulai mengecil.
Istri saya juga sering mengeluh nyeri pinggang, dibalurkan juga minyak Varash di sepanjang tulang belakang , pinggang dan sekitar perut. Luar biasa nyeri pinggangnya semakin berkurang dan bonusnya, yang biasanya BAB tidak lancar sekarang BAB lancar.
Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT dan pak Yusuf yang telah memperkenalkan minyak Varash.
Semoga saya segera diberikan kesehatan yang optimal melalui minyak Varash. Aamiin.

Sehat bersama Varash Healing Oil, utk hasil yang lebih maximal di anjurkan minum atau konsumsi nutrisi berbasis jamur Cordyceps herbalnya para raja-raja terdahulu & hingga sekarang.

 adalah sangat perlu jika memang cukup anggaran untuk mendukung hal tersebut. Dari beberapa pelangan yang memang terbukti kami merekoendaskan 3 produk pilihan yang benar2 terbukti dari pelanggan2 kami, 3 produk itu yaitu :

  1. Cordijuice (diminum dgn Daylite)
    20 macam buah2an di campur dengan cordyceps dan air hexagonal
  2. Daylite 100% Cordyceps
    100 jamur cordyceps rajanya herbal dunia yg dulu hanya raja2 Cina yang bisa mengkonsumsi
  3. Varash Healing Oil
    Terbuat dari 108 jenis tanaman yang berkhasiat obat. Enam (6) unsur pohon kehidupan (daun, batang, akar, bunga, buah & biji)

Resseler : Setianingsih 08115400920, 081346516533,

Reseller Varash Healing oil Kaltim

Reseller Varash Healing oil Bontang

Reseller Varash Healing oil Sangata

Reseller Varash Healing oil Kutai Kertanegara

Reseller Varash Healing oil Kutai Timur

Reseller Varash Healing oil Tenggarong

Reseller Varash Healing oil Berau

Reseller Varash Healing oil Malinau

Reseller Varash Healing oil Bulungan

Reseller Varash Healing oil samarinda

 

Iklan
Uncategorized

Tiket Murah


Sahabat pembaca yang sangat saya mulyakan ijikan saya menyampaikan launcing agen tiket pesawat dengan harga dari maskapai…. cara mudah, aman dan cepat dengan aplikasi android atau dengan laptop ditangan anda. Semoga nyaman dalam dalam bertransaksi besama http://tridatuticket.com/

http://webcust.co.id/slider/home-img.png

Kami menyediakan sistem tiketing yang inovatif dengan teknologi terbaik dan lengkap dengan fitur. Mudah dan menguntungkan bagi Anda yang berminat bisnis tiketing.

Senantiasa membantu Anda menjalani bisnis tiket online dalam penjualan tiket pesawat, rute domestik dan internasional dari maskapai-maskapai ternama.

Tunggu apalagi, Rencanakan segera liburan Anda bersama keluarga.

SISTEM ONLINE

Package fitur Booking dan Issued yang sudah terintegrasi. Sistem yang lengkap memberikan fasilitas yang saling mendukung agar mudah di operasikan.

WE ARE PROVIDING YOU

FITUR LENGKAP

Kami memberikan keyakinan atas kebutuhan Anda dalam menjalankan usaha travel agent, yaitu dengan sistem yang HANDAL, CEPAT, EFISIEN.

FULLY CUSTOMIZEABLE

MUDAH & TERPERCAYA

Sistem yang mudah dan efisien hanya membutuhkan koneksi internet dan sebuah laptop bahkan dapat menggunakan smartphone sekalipun.

Jika berminat booking atau menaji agen tiket pesawat hubungi

wa tridatu: 081350866358, 081346516533

e-mail: vaprakeswara@gmail.com, gedetridatu16@gmail.com

 

 

 

Uncategorized

HARI RAYA SIWARATRI “ANUGRAH SIWA”


Oleh: I Gede Adnyana, S.Ag.

Di bawakan dalam dharma thula hari Siwa ratri 26 Januari 2017

yantra

  1. LUBDAKA INSPIRASI PEMBEBAS JIWA

 

Siwa Ratri  ( Ratri juga sering ditulis Latri ) adalah malam untuk memusatkan pikiran kepada Sanghyang Siwa guna mendapatkan kesadaran agar terhindar dari pikiran yang gelap. Oleh karena  itu, Siwa Ratri lebih tepat jika disebut “malam kesadaran” atau “malam pejagran”, Bukan “malam penebusan dosa” sebagaimana sering diartikan oleh orang awam.

Empu Tan Akung, menggubah kisah Lubdaka yang sarat dengan nuansa spiritual menjadi suatu kisah akrab yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ajaran spiritual yang begitu dalam dan rahasia dituangkan dalam nuansa perjalanan hidup dari seorang pemburu. Pemburu yang penuh dosa, karena pekerjannya membunuh para binatang buruan di hutan sebagai mata pencaharian yang paling utama. Pekerjaan rendah yang amat bertentangan dengan ahimsa namun itulah swadharma dari seorang Lubdaka (pemburu).

Dalam Kakawin Siwa Ratri Kalpa  sang pujanga yang juga seorang spiritual mengisyaratkan rahasia Siwa Ratri sebagai sebuah anugrah Siwa yang luar biasa kepada manusia, yaitu bebas dari segala dosa manakala seseorang melakukan jagra pada malam Siwaratri. Betapa tidak seorang pendosa seperti Lubdaka dapat terbebas dari dosa melakukan pembunuhan karena Lubdaka telah melakukan jagra tepat pada saat Siwa Ratri pada sebuah kolam dengan sebuah lingga nora ginawe di dalamnya.

Kisah Lubdaka seolah abadi dan senantiasa menjadi bahan renungan khususnya pada saat menjelang catur dasi kresna paksa pada sasih kapitu. Hal ini tentu karena kedalaman filosofis religius yang terkandung didalamnya. Ia bukan hanya sebuah cerita menghibur, tetapi juga sarat dengan muatan agama dan tak habis-habisnya untuk dikupas dan direnungkan. Tentu saja kemahiran Empu Tanakung dalam menyampaikan ajaran spiritual yang maha tinggi, melalui bahasa sederhana yang dapat dicerna oleh orang kebanyakan merupakan sebuah fenomena langka. Hal ini menandakan kematangan sang Pujangga dalam olah kata-kata dan olah spriritual sehingga karya sastra ini menjadi inspirasi bagi sebuah perayaan besar bagi “pembebasan jiwa” dari belenggu samsara.

Siwa Ratri pada hakekatnya adalah merupakan kegiatan namasmaranam pada Siwa. Namasmaranam artinya selalu mengingat dan memuja nama Tuhan yang jika dihubungkan dengan Siwa Ratri adalah nama Siwa. Nama Siwa memiliki kekuatan untuk melenyapkan segala kegelapan bathin. Jika kegelapan itu mendapat sinar dari Hyang Siwa, maka lahirlah kesadaran budhi yang sangat dibutuhkan setiap saat dalam hidup ini. Dengan demikian, upacara Siwa Ratri sesungguhnya tidaklah harus dilakukan setiap tahun,  melainkan bisa  dilaksanakan  setiap  bulan sekali, yaitu setiap  menjelang tilem atau bulan mati. Sedangkan menjelang tilem kepitu (tilem yang paling gelap) dilangsungkan upacara yang disebut Maha Siwa Ratri.

Untuk dapat mencapai kesadaran, kita biasa menyucikan diri dengan melakukan SAUCA. Sauca dalam Lontar Wraspati Tattwa disebutkan sebagai berikut “Sauca ngaranya netya majapa maradina sarira“. Artinya : Sanca itu artinya melakukan japa dan membersihkan tubuh. Sedangkan dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan, “Dhyana ngaranya ikang Siwasmarana “, Artinya : dhyana namanya (bila) selalu mengingat Hyang Siwa.

  1. Mematangkan Jiwa dalam Tungku Pendidikan “Lubdaka”

Bagi masyakat umum, Lubdaka memberi inspirasi agar merayakan Siwa Ratri bertepatan dengan purwanining tilem sasih kapitu. Hari ini dianggap sebagai malam tergelap diantara semua malam, dimana Hyang Siwa sedang beryoga. Dengan melakukan jagra saja pada malam ini maka seseorang akan terbebas dari dosa. Hal ini tentulah dapat dilaksanakan oleh banyak orang, serta akan menarik minat masyarakat awam untuk merayakannya.

Langkah pertama Empu Tanakung nampaknya membuahkan hasil, karena dari waktu-kewaktu semakin banyak umat Hindu yang merayakan Siwa Ratri, baik di Bali maupun di luar Bali. Perayaan Siwaratri menjadi semakin populer dan membuat karya Lubdaka semakin dikenal, semakin banyak pula yang mengulas dan mengupas filosofis dari kisah pemburu yang mencapai alam Siwa. Ulasan-ulasan mendalam tentang Siwa Ratri dalam kisah lubdaka ini menandakan keberhasilan Empu Tanakung yang ke-dua.

Uniknya Kisah ini memberikan kebebasan bagi para “pemburu”  sastra untuk memberikan pandagan dari berbagai sudut pandang sesuai dengan persepsi rasio dan rasa religious yang dipahami dan dialami oleh sang pengulas. Ini adalah keberhasilan ke-tiga dari Epu Tanakung yaitu sejauh mana rasa religius menyentuh para pendengar maupun para pembaca kisah ini sehingga mencintai dan menikmatinya sebagai sebuah santapan rohani yang menyentuh kedalam rasa yang jauh didalam.

Rasa agama inilah yang menjadi cikal bakal tindakan sang “pemburu” kebenaran yang nantinya tercermin dalam tindakan nyata dalam kehidupan baik sebagai seorang bhakta yang bersifat individu maupun dalam kehidupan sosial di masyarakat luas. Setelah menjadi sebuah tindakan maka lengkaplah keberhasilan Sang empu dalam menuntun umat manusia menuju jalan yang terang sebagai keberhasilan yang ke-empat.

Secara garis besar Empu Tanakung melakukan proses utuh menyeluruh mematangkan spiritual pembaca dalam tungku Lubdaka yang sederhana. Dengan harapan bahwa yang telah tercerahkan akan mengajak orang lain untuk lebih merenungkan lagi. Jika dibuat bagannya maka akan terlihat sebagai sebuah lingkaran rantai yang tidak berujung, yang merupakan proses berkesinambungan.

 

Keterangan:

Ajakan untuk mengetahui Siwa Ratri- Ajakan untuk merayakan Siwa Ratri-Ajakan untuk merenungkan kedalaman filsafat (tattwa)- Kisah yang menyentuh rasa agama-tercermin dalam tindakan yang baik dan benar.

Jika menelaah dalam proses pematangan jiwa dari Empu Tanakung dalam karya sastranya, maka semakin kagumlah kita pada sosok Empu Tanakung yang secara gamblang memberikan inspirasi pada manusia modern tentang sebuah pendidikan bagaimana menumbuhkan karakter dari dalam diri sang pembaca. Sebab karakter seseorang tidak terbentuk dari luar, namun pengaruh luar yang posistif seperti kisah lubdaka amatlah diperlukan guna membangun kesadaran didalam diri. Dan hal ini mampu dilakukan oleh seorang Empu Tanakung melalui tokoh pemburu “Lubdaka”.

  1. Menemukan Siwa Dalam Anugrah Siwa Ratri

Dalam ajaran Samkhya Rsi Kapila mengungkapkan ada 25 tattwas atau hakikat penciptaan yaitu: Purusa, prakrti, citta, buddhi, ahamkara, panca tan matra, panca maha bhuta, panca bhudindriya dan panca karmendriya. Purusa adalah hakikat kejiwaan sebagai yang mengenali, sedangkan prakerti adalah hakikat kebendaan sebagai obyek yang dikenali. Didalam prakerti terdapat Tri Guna yang aktif setelah prakerti bersentuhan dengan purusa. Akibatnya lahirlah alam pikiran agung yang disebut mahat. Mahat berevolusi menjadi budhi yang didominasi oleh guna sattwam. Oleh karena itu buddhi bersifat terang, cerdas, bijaksana. Jika citta merupakan alamnya pikiran maka buddhi adalah kecerdasan kosmis, atau kecerdasan alam. Sebagai kecerdasan alam, buddhi merupakan manifestasi citta alam semesta yang tidak dipengaruhi ego atau ahamkara maupun pikiran.

Ketika seseorang ingin mengenali, meraih atau menggapai buddhi maka ia harus melampaui pikiran, mengatasi ahamkara. Tidak akan berjumpa buddhi jika pikiran diliputi aku atau ego. Buddhi hanya akan muncul jika pikiran indriya, dan ego dalam kondisi lemah atau tertidur.  Upaya menumbuhkan buddhi, berarti menekan ego dan mengendalikan pikiran. Dengan pikiran terkendalikan maka indriya berada dalam zona aman, berjalan dalam rel dharma. Buddhi mengendalikan pikiran, pikiran mengendalikan indriya, sehingga ego tidak berdaya.

Dalam kisah ini, Pemburu Lubdaka berangkat pagi-pagi ketika brahma muhurta untuk berburu merupakan langkah seorang bhakta untuk melaksanakan swadharmanya kepada sang pencipta melakukan pemujaan dengan panah ketajaman pikiran, tombak kesadaran untuk menundukkan indria, mengamati sejauh mana sifat binatang itu ada didalam dirinya. Namun hingga petang tak satupun binatang muncul, artinya sang bhakta telah mampu menekan enam musuh yang ada didalam diri sehingga membawa sang bhakta naik dalam sebuah tingkatan hidup yang suci. Hal inilah yang nampaknya ingin disampaikan oleh Empu Tanakung sebagai Lubdaka yang naik diatas pohon, menyadari betapa seseorang harus berjuang melawan sifat binatang dengan naik pada pohon bilwa yang merupakan lambang kesiwaan atau kesucian.

Dengan tingkat kesucian dan kewaspadaan pada indriya yang merupakan binatang buasnya kehidupan, seorang bhakta hendaknya senantiasa memuja Siwa dalam kesucian daun bilwa, dengan memetik daun bilwa dan melemparnya dalam kolam Sang diri dimana terdapat Lingga nora ginawe, lingga yang tidak diciptakan, dengan ketulusan dan terus menerus. Yang tidak diciptakan adalah Atman atau sang diri sejati, sebagai bagian dari Siwa itu sendiri. Kolam dengan air yang bening membuat seseorang dapat melihat bayangannya sendiri. Bayangan itu adalah maya tattwa, sedangkan yang sejati bukanlah bayangan itu tetapi lubdaka yang ada pada pohon bilwa. Namun demikian lingga itu justru didalam kolam yang dikelilingi bayang-bayang. Siwa itu sendiri ada didalam diri manusia yang maya ini, tetapi dialah satu-satunya yang nyata yang bukan bayang-bayang. Kemampuan membedakan yang nyata dengan yang maya hanya mungkin diperoleh sebagai anugrah Siwa semata dimana Gita menyebutnya sebagai Buddhi-Yoga.

tesam satata-yuktanam bhajatam priti-purvakam
dadami buddhi-yogam tam yena mam upayanti te

Terjemahan:

Kepada mereka yang dengan tekun memuja-Ku dalam cinta kasih bhakti, Aku memberikan Buddhi-Yoga, kecerdasan spiritual yang baik, kepada mereka yang memungkinkan mereka datang kepada-Ku (BG. X.10)

Maka Siwa ratri adalah sebuah proses penyadaran diri akan adanya sang diri sejati yaitu atman sebagai Siwa terdekat. Ia yang maha suci hanya mungkin dijumpai dengan kesucian saja, dan kesucian lahir dari sebuah bhakti yang tulus yang diwujudkan dalam sadhana (praktek spiritual). Dari sadana seseorang memperoleh pemahaman betapa pentingya menumbuhkan buddhi bagi bertumbuhnya kekuatan mental dan jiwa. Dengan asumsi bahwa jika buddhi telah memperoleh pencerahan maka ia akan tumbuh dengan baik. Dengan buddhi sebagai pengendali atas pikiran dan indriya maka setiap tindakan yang lahir adalah tindakan yang bersifat satwika. Hal ini terjadi karena buddhi berpengaruh besar terhadap sebuah keputusan yang diambil. Disinilah campur tangan kekuatan Daiwi yang menyusup melalui buddhi. Dengan sinar (Div),  Tuhan bekerja mempengaruhi tindakan manusia. Oleh karena itu semakin besar “div” berpengaruh terhadap buddhi, maka semakin berkembang pula wiweka jnana yang ada pada seseorang. Menghadirkan “div” dalam buddhi menjadi amat penting bagi perkembangan buddhi. Dengan demikian maka sadhana merupakan sarana dan cara yang tepat sebagai upaya menumbuhkan buddhi.

  1. SUMBER AJARAN SIWA RATRI

Brata Siwa Ratri pada mulanya dirayakan amat terbatas, yaitu hanya oleh sejumlah Pandita di Bali dan Lombok. Pada tahun 1966, setelah hancurnya Komunisme di Indonesia, kesadaran akan kegiatan rohani kian bangkit. Semenjak tahun 1966 itulah, perayaan Siwa Ratri mulai dimasyarakatkan oleh Parisada dan pemerintah lewat Departemen Agama.

  1. Sumbernya ajaran Siwa Ratri ada pada :
  2. Kitab Padma Purana,
  3. Siwa Purana,
  4. Garuda Purana,
  5. Skanda Purana,
  6. Kekawin Siwaratri Kalpa.

  1. Sejarah pelaksanaannya :
  2. Di Eropa disebut dengan perayaan “ BERI”.
  3. Di Arab disebut “OKAZ”, tapi lama kelamaan disebut “SHABE BARAT”.
  4. Di Indonesia khususnya Bali dan Lombok disebut “ MALAM SIWA RATRI “. Dan perayaannya bersumberkan pada Karya Mpu Tanakung yaitu berupa kekawin Siwa Ratri Kalpa.

Mengapa Siwa Ratri dimasyarakatkan, tentu karena memang dianjurkan oleh kitab suci Hindu. Di India, setiap menjelang bulan mati setiap bulannya umat Hindu menyelenggarakan Siwa Ratri dan tiap tahun merayakan Maha Siwa Ratri. Keutamaan brata Siwa Ratri banyak diuraikan dalam pustaka  berbahasa Sanskerta, Jawa Kuno dan Bali. Ini adalah suatu pertanda, bahwa Siwa Ratri dari sejak dahulu sudah dirayakan baik oleh umat Hindu di India, maupun di Jawa dan Bali. Kemudian baru sejak tahun 1966 Siwa Ratri dirayakan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia.

  1. Tingkatan Pelaksanaan Brata Siwa Ratri :

Brata Siwa Ratri dilaksanakan dengan tiga tingkatan yaitu :

  1. Nista, yaitu pelaksanaan Brata Siwa Ratri dengan Jagra, artinya kesadaran itu dalam pelaksanaan Brata Siwa Ratri disimpulkan dengan melek semalam suntuk, sambil memusatkan segala aktifitas diri pada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Siwa. Ada yang melaksanakan jagra semalam suntuk dengan membahas sastra-sastra agama,seperti kakawin dalam berbagai judul. Ada pula yang melaksanakan sauca dan dhyana. Dalam kitab Wrhaspati Tattwa disebutkan, “Nitya majapa maradina sarira”. artinya sauca adalah melakukan japa dan selalu membersihkan badan. Sedangkan Dhyana dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan, Nitya Siwa Smaranam, artinya selalu mengingat dan memuja Sanghyang Siwa. Brata Siwa Ratri dengan jagra tidaklah tepat kalau hanya begadang semalam suntuk tanpa arah menuju kesucian Tuhan.Jagra dalam pengertian yang sebenarnya adalah orang yang memiliki kesadaran budhi. Melek semalam suntuk hanyalah prilaku yang bermakana simbolis untuk memacu tumbuhnya budhi yang sebenarnya.
  2. Madya adalah pelaksanaan Brata Siwaratri dengan jagra dan upawasa. Upawasa dalam kitab Agni Purana berarti “kembali suci”. Yang dimaksud kembali suci ini adalah dilatihnya indriya melepaskan kenikmatan makanan. Lezatnya makanan adalah sebatas lidah. Kalau sudah lidah dilewati makanan itu tidak akan terasa lezat. Lidah harus dilatih untuk tidak terikat pada kelezatan makanan.
  3. Uttama, yaitu pelaksanaan Brata Siwa Ratri dengan cara Jagra, Upawasa, dan Mona Brata, artinya pelaksanaan dengan cara melek atau menyadarkan diri, menahankan kenikmatan makanan dan berusaha mengurangi berbicara (Mona). Mona artinya tanpa mengeluarkan ucapan-ucapan yang bertujuan melatih diri dalam hal berbicara agar biasa berbicara dengan penuh pengendalian sehingga tidak keluar ucapan-ucapan yang tidak patut diucapkan. Mona berarti melatih pembicaraan pada diri sendiri dengan merenungkan kesucian.

 III. PELAKSANAAN BRATA SIWA RATRI

Tata tertib pelaksanaan brata Siwa Ratri telah diseminarkan oleh PHDI Pusat bersama dengan IHD Denpasar tahun 1984.  Hasil seminar tersebut telah ditetapkan oleh PHDI Pusat menjadi Pedoman pelaksanaan Brata Siwa Ratri. Brata Siwa Ratri dilaksanakan pada hari “Catur Dasi Krsna Paksa” bulan Magha yaitu panglong ping patbelas sasih kapitu. Tujuan brata Siwa Ratri untuk menemukan “Kesadaran diri” (atutur ikang atma rijatinia ).  Brata tersebut dilaksanakan dengan upawasa , monobrata dan jagra.

Sehabis sembahyang atau meditasi dan japa biasakan melakukan mona atau agak membatasi berbicara. Hal ini akan bermanfaat untuk memberikan kesempatan pada berkembangnya “positif energi” untuk menggeser “parasit energi”. Positif energi dalam diri akan dapat memberikan kita kesehatan,  ketenangan dan kesucian. Kalau tiga hal ini dapat kita miliki dalam hidup maka hidup yang bahagia lahir batin akan semakin kita rasakan.

Demikianlah tiga tingkatan pelaksanaan brata Siwa Ratri berdasarkan nista, madya, utama. Dari segi makna amat tergantung kesungguhan sikap kita melaksanakan brata tersebut. Meskipun kita mengambil yang nista namun sikap yang melandasi bersungguh-sungguh, maka yang nista itu pun akan menghasilkan yang utama.

 

 

 

  1. MAKNA SIMBOL-SIMBOL

Kalau kita telaah ceritera LUBDAKA yang tertuang dalam kekawin Siwa Ratri Kalpa, buah karya Mpu Tanakung, terdapat beberapa simbol-simbol yang mempunyai makna sangat mendalam yaitu :

  1. Beburu;
  2. Binatang;
  3. Hutan;
  4. Lubdaka kemalaman;
  5. Lubdaka Takut;
  6. Lubdaka Naik Pohon;
  7. Takut Jatuh;
  8. Memetik Daun Billa;

 MAKNANYA :

  1. Berburu; maksudnya adalah berburu ilmu pengetahuan untuk dapat meningkatkan taraf hidup akibat tuntutan hidup berupa dharma artha, kama dan moksa.
  2. Binatang, lain kata binatang adalah SATTWA, terdiri dari sat dan twa. Sat sama dengan Inti, yaitu hakekat yang mulia, dan Twa adalah sifat. Jadi SATWA adalah hakekat yang mulia atau benar. Rajanya Binatang adalah Harimau dan juga disebut PASUPATI, ini tiada lain adalah Sang Hyang Siwa.  Jadi hakekat yang mulia itu dikejar dan ada pada Sang Hyang Siwa.
  3. Hutan, adalah symbol keinginan yang bersifat duniawi yang sulit dihitung seperti banyaknya pohon-pohon di hutan.
  4. Lubdaka kemalaman, ini bermakna manusia itu diliputi penuh dengan kegelapan dan papa, penuh dengan ketidak sadaran dan ketidak tahuan (awidhya) akibat kurang mendalami ilmu pengetahuan.
  5. Lubdaka Takut, bermakna karena tidak memiliki pengetahuan dan penuh dengan kegelapan alam piker, maka takutlah mengarungi kehidupan ini.
  6. Lubdaka naik pohon, maksudnya “NAIK”, ada meningkatkan diri dalam mencari Ilmu Pengathuan supaya tidak mengalami kegelapan lagi.
  7. Takut Jatuh, maknanya adalah takut akan kekurangan dengan Ilmu Pengatahuan.
  8. Memetik Daun Billa, maknanya adalah membuang secara bertahap dosa-dosa yang ada pada diri manusia.

Diatas telah diuraikan pelaksanaan Brata Siwa Ratri ada 3, yaitu Jagra, Upawasa dan Mona Brata. Ketiga cara ini mempunyai arti sebagai berikut :

  • Jagra, artinya adalah mawas diri, introspeksi diri.
  • Upawasa, artinya usaha pengendalian diri untuk membebaskan diri dari pengaruh duniawi.
  • Mona Brata, artinya usaha mengendalikan diri agar dapat menciptakan suasana yang hening, tenang, tentram, untuk menuju tercapainya jiwa yang terang (Widhya).

Berikut ini dilampirkan pelaksanaan Brata Siwa Ratri, secara sederhana :

  1. Di setiap Desa Pakraman, dilaksanakan acara persembahyangan bersama dipimpin oleh Prajuru Desa Pakraman masing-masing. Atau mengikuti pelaksanaan Brata Siwa Ratri (Pejagraan) di masing-masing Desa Pakraman dengan alokasi tempat yang telah disetujui atau ditentukan, sambil melaksanakan Pesanthian, memperdalam sasatra-sastra suci keagamaan.
  2. Pagi hari sebelum pelaksanaan Malam Jagra, agar melaksanakan kegiatan ASUCI LAKSANA, yaitu berupa pembersihan badan lahir bathin.
  3. Menjelang malam harinya :
  4. Maprayascita, ngaturang upakara semampunya kehadapan Sanghyang Siwa dan Ista Dewata, bertempat di Pemerajan atau Pura, dengan upakara sesuaikan dengan Drsta setempat, minimal sebagai berikut :

1)      Daksina jangkep,

2)      Soda rayunan putih kuning,

3)      Segehan,

4)      Sekar arum catur warna,

5)      Bubuh empehan,

6)      Bubuh Gula,

7)      Nasi tepeng madaging kacang ijo,

8)     Air Kumkuman wadah payuk/ gelas genah nyemplungan daun bilwa

9)      Kwangen berisi daun bila 108 bidang (18 kwangen, masing-masing kwangen berisi 6 lembar daun Bila).

 

  1. Melaksanakan persembahyangan 3 (tiga) kali, yaitu :

1)      Sembahyang pertama dilaksanakan jam : 19.00 Wita, dengan urutan persembahyangan sebagai berikut :

  1. a) Sembah Puyung, bermakna mohon pensucian lahir bathin kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa;
  2. Sembah Puyung :

Om Atma Tattwatma Suddhamam Swaha.

(Om atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba).

  1. b) Sembah kehadapan Sanghyang Siwa Aditya, menggunakan sarana bunga, bermakna mohon kesaksian dari beliau Hyang Raditya bahwa kita akan mengahadap ke Hyang Ista Dewata.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Siwa Aditya :

 

Om Aditya sya param jyotir,

Rakta teja namo stute,

Sweta pankaja madyastha,

Bhaskara ya namo namah swaha.

(Om, sinar surya yang maha hebat, engkau bersinar merah, hormat padamu, Engkau yang berada di tengah teratai putih, hormat pada-MU pembuat sinar).

  1. c) Sembah kehadapan Sanghyang Brahma, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pencipta.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Brahma :

Om , Isano sarwa widnyana, Iswara sarwa bhutanam,

Brahmano dhipati Brahman, Siwastu sada siwaya,

Om, ciwa dipata ya namo namah swaha.

 

Om Ang Brahma namas catur mukham, Brahmagni rakta warnanca

Sphatika warta dewata, sarwa bhusana raktakam

Om Brahma Dewa ya namah swaha

 

(Ya Tuhan, Hyang Tunggal yang maha sadar, selaku Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk, selaku Brahma raja daripada semua Brahmana, selaku Siwa dan Sada Siwa. Om Hyang Siwa, hamba menyembah pada-MU)

  1. d) Sembah kehadapan Sanghyang Wisnu, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pemelihara.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Wisnu :

Om Ung namo Wisnu tri mukhanam, Tri nayanam catur bhuyam

Kresna warnam sphatikantam, Sarwa bhusana nilanam

 

Om, Prenamya sirase Wisnu, Triloke Brahma Sawitri,

Iswara loka pawitra, Bhayam nasti kadacanam.

 

Om, Kuwera priti dhanasca, Karni ksatriya purusa,

Sambhu mulya ta suksma ya, Ripu bhasmi durwinasa.

 

Om, Sangkara Sang Hyang Sri-dewi, Para lingga tri sudewa,

Bhasmi bhuta durwinasa, Kreta rogha durwinasa.

Om Sri Wisnu Ya namah Swaha

  1. e) Sembah kehadapan Sanghyang Iswara, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahyauan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pemralina.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Iswara :

Om Giri murti sweta warnam, meru rajata bhaswaram

Purwa desa pratistanam, purwa Iswara arcanam

Om, Sarwa sweta suddha nityam, Bhusana ratna swetanam,

Mani Surya sweta warnam, Surya kotti prabha jwalam

 Om, Catur Dewi Mahadewi, Catur Asrame Bhatari,

Siwa Jagatpati Dewi, Durga Masarira Dewi,

Om, Anugraha amreta sarwa lara winasanam ya namo namah swaha.

(Ya Tuhan, saktiMU berwujud Catur Dewi, yang dipuja oleh catur asrama, sakti dari Siwa, raja semesta alam, dalam wujud Iswara, Ya, Catur Dewi, hamba menyembah kebawah kaki-MU).

  1. f) Sembah kehadapan Sanghyang Ghana, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa sebagai Ista Dewata Kebijaksanaan.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Ghana :

Om, Ghana parama Tanggohyam,

Ghana Tattwa Para ya namah,

Ghana diparamanopti,

Sukha Ghana namostute,

Om, am Ghana dipata ya namo namah swaha.

(Ya Tuhan, bergelar Ghana yang maha bijaksana, dewanya kebijaksanaan, kami semua sembah kehadapan-MU).

  1. g) Sembah kehadapan Sanghyang Aji Saraswati, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon pengetahuan dari beliau dalam prabawa sebagai Ista Dewata sumber ilmu pengetahuan.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Aji Saraswati :

 

Om, Saraswati namãstu-bhyam, warade kama-rupini,

Siddhãrambhan kari-syami, Siddhir-bhawantu me-sada.

 

Om, Pranamya sarwa-dewanca, paramãtmanam ewa ca,Rupa siddhi prayukta ya, Saraswati namamy-aham.

 

Om, Padma-patra wisalaksi, Padma kesari warnini,

Nityam padma-laya dewi, Sa-mam-pa-tu Saraswati.

 

Om, Brahma putri mahadewi, Brahmanya rahma Nandini, Saraswati samjñayani, Pranayana Saraswati,

Om Saraswati Dewi diapata ya namah swaha

  1. h) Sembah kehadapan Sanghyang Widhhi sebagai pemberi anugrah, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon waranugraha dari Sang Hyang Widdhi Wasa.
  2. Sembah Kehadapan Sang Hyang Widdhi Wasa sebagai pemberi anugrah :

Om anugraha manoharam Devadattaanugrahakam

Arcanam sarvaapuujanam Namah Sarvaanugrahakam

 

Deva devi mahaasiddhi Yajnanga nirmalaatmaka

Laksmii siddhisca, diirgahaayu Nirvighna sukha vrddhisca

“Oh keseluruhan yang lengkap dan sempurna, yang memberikan anugrah dan menarik hati, anugrah dari dewata yang agung puja semua pujaan. Hormat padaMU wahai pemberi anugrah. Dewa dan dewi yang selalu berhasil, berbadan yadnya, suci, panjang umur, dan bahagia tanpa halangan”.

  1. i) Sembah Puyung, yang merupakan ucapan terima kasih atas anugrah beliau (Ida Sanghyang Widhi Wasa).
  2. Sembah Puyung :

Om, Dewa suksma paramacintya ya nama swaha.

Om, santih, santih, santih, Om.

(Om, hormat kami kepada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi, yang gaib).

2). Sembahyang kedua dilaksanakan jam : 24.00. Wita, dengan urutan persembahyangan sebagai berikut :

  1. a) Sembah Puyung, bermakna mohon pensucian lahir bathin kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa;
  2. Sembah Puyung :

Om Atma Tattwatma Suddhamam Swaha.

(Om atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba).

  1. b) Sembah kehadapan Sanghyang Siwa Aditya, menggunakan sarana bunga, bermakna mohon kesaksian dari beliau Hyang Raditya bahwa kita akan mengahadap ke Hyang Ista Dewata.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Siwa Aditya :

 

Om Aditya sya param jyotir,

Rakta teja namo stute,

Sweta pankaja madyastha,

Bhaskara ya namo namah swaha.

(Om, sinar surya yang maha hebat, engkau bersinar merah, hormat padamu, Engkau yang berada di tengah teratai putih, hormat pada-MU pembuat sinar).

  1. c) Sembah kehadapan Sanghyang Brahma, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pencipta.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Brahma :

Om , Isano sarwa widnyana, Iswara sarwa bhutanam,

Brahmano dhipati Brahman, Siwastu sada siwaya,

Om, ciwa dipata ya namo namah swaha.

 

Om Ang Brahma namas catur mukham, Brahmagni rakta warnanca

Sphatika warta dewata, sarwa bhusana raktakam

Om Brahma Dewa ya namah swaha

 

(Ya Tuhan, Hyang Tunggal yang maha sadar, selaku Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk, selaku Brahma raja daripada semua Brahmana, selaku Siwa dan Sada Siwa. Om Hyang Siwa, hamba menyembah pada-MU)

  1. d) Sembah kehadapan Sanghyang Wisnu, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pemelihara.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Wisnu :

Om Ung namo Wisnu tri mukhanam, Tri nayanam catur bhuyam

Kresna warnam sphatikantam, Sarwa bhusana nilanam

 

Om, Prenamya sirase Wisnu, Triloke Brahma Sawitri,

Iswara loka pawitra, Bhayam nasti kadacanam.

 

Om, Kuwera priti dhanasca, Karni ksatriya purusa,

Sambhu mulya ta suksma ya, Ripu bhasmi durwinasa.

 

Om, Sangkara Sang Hyang Sri-dewi, Para lingga tri sudewa,

Bhasmi bhuta durwinasa, Kreta rogha durwinasa.

Om Sri Wisnu Ya namah Swaha

  1. e) Sembah kehadapan Sanghyang Iswara, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahyauan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pemralina.

  1. Sembah Kehadapan Sanghyang Iswara :

Om Giri murti sweta warnam, meru rajata bhaswaram

Purwa desa pratistanam, purwa Iswara arcanam

Om, Sarwa sweta suddha nityam, Bhusana ratna swetanam,

Mani Surya sweta warnam, Surya kotti prabha jwalam

 Om, Catur Dewi Mahadewi, Catur Asrame Bhatari,

Siwa Jagatpati Dewi, Durga Masarira Dewi,

Om, Anugraha amreta sarwa lara winasanam ya namo namah swaha.

(Ya Tuhan, saktiMU berwujud Catur Dewi, yang dipuja oleh catur asrama, sakti dari Siwa, raja semesta alam, dalam wujud Iswara, Ya, Catur Dewi, hamba menyembah kebawah kaki-MU).

  1. f) Sembah kehadapan Sanghyang Giri Putri, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa sebagai Ista Dewata Sumber Kemakmuran.
  2. Sembah kehadapan Sanghyang Giri Putri:

Om, Am Am Giri Patti Wande,

Lokanatam Jagatpati,

Danesan Arana Karanam,

Sarwa Guna Mahadyatam,

Om, Maharudram, Mahasudham, Sarwa Rogha Winasanam ya namo namah swaha.

Om, Giripati maha wiryyam,

Mahadewa pratista linggam,

Sarwa dewa pranamyanam,

Sarwa jagat pratistanam,

Om, Giripati dipata ya namah.

(Ya Tuhan, bergelar Giripatti, dewanya kemakmuran, pemberi anugrah seisi jagatraya, kami semua sembah kehadapan-MU).

(Ya Tuhan, bergelar Giripati yang Maha Agung, Mahadewa dengan lingga yang mantap, semua dewa sembah pada-MU.

Om Giripati, hamba memuja-MU).

  1. g) Sembah kehadapan Sanghyang Aji Saraswati, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon pengetahuan dari beliau dalam prabawa sebagai Ista Dewata sumber ilmu pengetahuan.

  1. Sembah Kehadapan Sanghyang Aji Saraswati :

 

Om, Saraswati namãstu-bhyam, warade kama-rupini,

Siddhãrambhan kari-syami, Siddhir-bhawantu me-sada.

 

Om, Pranamya sarwa-dewanca, paramãtmanam ewa ca,Rupa siddhi prayukta ya, Saraswati namamy-aham.

 

Om, Padma-patra wisalaksi, Padma kesari warnini,

Nityam padma-laya dewi, Sa-mam-pa-tu Saraswati.

 

Om, Brahma putri mahadewi, Brahmanya rahma Nandini, Saraswati samjñayani, Pranayana Saraswati,

Om Saraswati Dewi diapata ya namah swaha

  1. h) Sembah kehadapan Sanghyang Widhhi sebagai pemberi anugrah, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon waranugraha dari Sang Hyang Widdhi Wasa.
  2. Sembah Kehadapan Sang Hyang Widdhi Wasa sebagai pemberi anugrah :

Om anugraha manoharam Devadattaanugrahakam

Arcanam sarvaapuujanam Namah Sarvaanugrahakam

 

Deva devi mahaasiddhi Yajnanga nirmalaatmaka

Laksmii siddhisca, diirgahaayu Nirvighna sukha vrddhisca

“Oh keseluruhan yang lengkap dan sempurna, yang memberikan anugrah dan menarik hati, anugrah dari dewata yang agung puja semua pujaan. Hormat padaMU wahai pemberi anugrah. Dewa dan dewi yang selalu berhasil, berbadan yadnya, suci, panjang umur, dan bahagia tanpa halangan”.

  1. i) Sembah Puyung, yang merupakan ucapan terima kasih atas anugrah beliau (Ida Sanghyang Widhi Wasa).
  2. Sembah Puyung :

Om, Dewa suksma paramacintya ya nama swaha.

Om, santih, santih, santih, Om.

(Om, hormat kami kepada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi, yang gaib).

III. Sembahyang ketiga dilaksanakan jam : 05.00 Wita, dengan urutan persembahyangan sebagai berikut :

  1. a) Sembah Puyung, bermakna mohon pensucian lahir bathin kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa;
  2. Sembah Puyung :

Om Atma Tattwatma Suddhamam Swaha.

(Om atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba).

  1. b) Sembah kehadapan Sanghyang Siwa Aditya, menggunakan sarana bunga, bermakna mohon kesaksian dari beliau Hyang Raditya bahwa kita akan mengahadap ke Hyang Ista Dewata.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Siwa Aditya :

 

Om Aditya sya param jyotir,

Rakta teja namo stute,

Sweta pankaja madyastha,

Bhaskara ya namo namah swaha.

(Om, sinar surya yang maha hebat, engkau bersinar merah, hormat padamu, Engkau yang berada di tengah teratai putih, hormat pada-MU pembuat sinar).

  1. c) Sembah kehadapan Sanghyang Brahma, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pencipta.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Brahma :

Om , Isano sarwa widnyana, Iswara sarwa bhutanam,

Brahmano dhipati Brahman, Siwastu sada siwaya,

Om, ciwa dipata ya namo namah swaha.

 

Om Ang Brahma namas catur mukham, Brahmagni rakta warnanca

Sphatika warta dewata, sarwa bhusana raktakam

Om Brahma Dewa ya namah swaha

 

(Ya Tuhan, Hyang Tunggal yang maha sadar, selaku Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk, selaku Brahma raja daripada semua Brahmana, selaku Siwa dan Sada Siwa. Om Hyang Siwa, hamba menyembah pada-MU)

  1. d) Sembah kehadapan Sanghyang Wisnu, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pemelihara.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Wisnu :

Om Ung namo Wisnu tri mukhanam, Tri nayanam catur bhuyam

Kresna warnam sphatikantam, Sarwa bhusana nilanam

 

Om, Prenamya sirase Wisnu, Triloke Brahma Sawitri,

Iswara loka pawitra, Bhayam nasti kadacanam.

 

Om, Kuwera priti dhanasca, Karni ksatriya purusa,

Sambhu mulya ta suksma ya, Ripu bhasmi durwinasa.

 

Om, Sangkara Sang Hyang Sri-dewi, Para lingga tri sudewa,

Bhasmi bhuta durwinasa, Kreta rogha durwinasa.

Om Sri Wisnu Ya namah Swaha

  1. e) Sembah kehadapan Sanghyang Iswara, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahyauan dari beliau dalam prabawa beliau sebagai Ista Dewata Pemralina.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Iswara :

Om Giri murti sweta warnam, meru rajata bhaswaram

Purwa desa pratistanam, purwa Iswara arcanam

 

Om, Sarwa sweta suddha nityam, Bhusana ratna swetanam,

Mani Surya sweta warnam, Surya kotti prabha jwalam

 

 Om, Catur Dewi Mahadewi, Catur Asrame Bhatari,

Siwa Jagatpati Dewi, Durga Masarira Dewi,

Om, Anugraha amreta sarwa lara winasanam ya namo namah swaha.

(Ya Tuhan, saktiMU berwujud Catur Dewi, yang dipuja oleh catur asrama, sakti dari Siwa, raja semesta alam, dalam wujud Iswara, Ya, Catur Dewi, hamba menyembah kebawah kaki-MU).

  1. f) Sembah kehadapan Sanghyang Kumara, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon kerahayuan dari beliau dalam prabawa sebagai Ista Dewata Penyagom Serba Kehidupan.
  2. Sembah Kehadapan Sanghyang Kumara :

Om, Namah Kumara ya, Sedhana ya,

Siki dwaja ya pratimaya loka,

Sad kartika nanda karya ya nityam,

Namastute tasmai dwaja pudhitam.

Om Kumara Dewa ya namah Swaha

(Ya Tuhan, bergelar Kumara, dewanya pengayom semua kehidupan di jagatraya ini, kami semua sembah kehadapan-MU).

  1. g) Sembah kehadapan Sanghyang Aji Saraswati, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon pengetahuan dari beliau dalam prabawa sebagai Ista Dewata sumber ilmu pengetahuan.

  1. Sembah Kehadapan Sanghyang Aji Saraswati :

 

Om, Saraswati namãstu-bhyam, warade kama-rupini,

Siddhãrambhan kari-syami, Siddhir-bhawantu me-sada.

 

Om, Pranamya sarwa-dewanca, paramãtmanam ewa ca,Rupa siddhi prayukta ya, Saraswati namamy-aham.

 

Om, Padma-patra wisalaksi, Padma kesari warnini,

Nityam padma-laya dewi, Sa-mam-pa-tu Saraswati.

 

Om, Brahma putri mahadewi, Brahmanya rahma Nandini, Saraswati samjñayani, Pranayana Saraswati,

Om Saraswati Dewi diapata ya namah swaha

  1. h) Sembah kehadapan Sanghyang Widhhi sebagai pemberi anugrah, menggunakan sarana bunga/kwangen, bermakna mohon waranugraha dari Sang Hyang Widdhi Wasa.
  2. Sembah Kehadapan Sang Hyang Widdhi Wasa sebagai pemberi anugrah :

Om anugraha manoharam Devadattaanugrahakam

Arcanam sarvaapuujanam Namah Sarvaanugrahakam

 

Deva devi mahaasiddhi Yajnanga nirmalaatmaka

Laksmii siddhisca, diirgahaayu Nirvighna sukha vrddhisca

“Oh keseluruhan yang lengkap dan sempurna, yang memberikan anugrah dan menarik hati, anugrah dari dewata yang agung puja semua pujaan. Hormat padaMU wahai pemberi anugrah. Dewa dan dewi yang selalu berhasil, berbadan yadnya, suci, panjang umur, dan bahagia tanpa halangan”.

  1. i) Sembah Puyung, yang merupakan ucapan terima kasih atas anugrah beliau (Ida Sanghyang Widhi Wasa).
  2. Sembah Puyung :

Om, Dewa suksma paramacintya ya nama swaha.

Om, santih, santih, santih, Om.

(Om, hormat kami kepada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi, yang gaib).

Ngelebar Brata Siwa Ratri.

Semoga Bermanfaat

Uncategorized

“Astungkara”Semoga terjadi demikian atas kehendak Tuhan


 

I Gede Adnyana, S.Ag (Bontang-Kaltim)

Belum jelas kapan kata astungkara mulai populer dikalangan umat Hindu. Walaupun ada pro kontra dalam penggunaannya namun pada kenyataannya sudah semakin lumrah digunakan. Nampaknya astungkara menjadi alternatif untuk padanan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), amin (terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya), puji Tuhan dalam agama Islam dan kristen, sehingga hal ini dipandang sebagai peniruan atau kreatifitas sebagai dampak dari pergaulan multi agama, multi kultural yang terjadi di masyarakat. Terjadi kesepakatan tidak tertulis diantara para pengguna “astungkara” walaupun memiliki pemahaman makna yang belum tentu sama. Berikut beberapa pendapat tentang arti makna astungkara:Ø  Kata Astungkara termuat dalam Atarwa Veda (9.4 ) (Zoemulder, Kamus Jawa Kuna, 1995). Kata astu artinya semoga terjadi (ibid, 73). Dalam sebuah diskusi, Agus Muliana menyatakan, “dalam kamus sansekerta astungkara (dalam sansekerta ditulis astuṇkāra) itu sebenarnya artinya ‘orang yang mengatakan astu’.” Ø  Dalam kamus-sansekerta (http://www.sansekerta.org/kamus-sansekerta/) astungkara berarti memuji, berdoa; astuti : memuji, berdoa, terpujiØ  Dalam kamus sanskerta online http://www.spokensanskrit.de; http://sanskritdictionary.com, kata astungkara (astuṃkāra; astunkara) berasal dari dua kata yaitu astu dan kara. Astu (अस्तु) berarti jadilah begitu, baiklah, baik (menyiratkan izin, biarlah menjadi begitu, harus ada atau harus. Sedangkan कर kara berarti melakukan, menyebabkan, pembuat, memproduksi, yang menyebabkan sesuatu atau juga salam.                               Ada tiga kata kunci dalam kalimat astungkara yaitu:1.        Astu yang sudah sangat umum di gunakan, misalnya awignamastu, swastyastu, dirgayurastu, tatastu swaha dan sebagainya. Kalimat astu banyak pula terdapat dalam mantra Veda, salah satunya berbunyi demikian:

 

agnir na etat prati grhṇātu vidvān

brhaspatiḥ pratiy etu prajānan /                                                                                      

indro marutvān suhutaṃ krṇotuv

ayakṣmam anamīvaṃ te astu //                                                                                        

 

Semoga Agni yang bijaksana menerima (persembahan) ini dari kami, sebagaimana yang dilakukan Brehaspati sejak zaman dahulu, Semoga Indra dan Maruts membuat penyembuhkan penyakit. Biarkan [semua ini] tanpa penyakit, semoga anda bebas dari penyakit. (Atharwa Veda Pipalada 5.28.7)

2.        Kara berarti melakukan, menyebabkan, pembuat, memproduksi, yang menyebabkan sesuatu atau juga salam, misalnya: namaskara atau anjali (salam dengan sikap mencakupkan kedua telapak tangan); karasodhana (membersihkan tangan). 3.        Jika astu dan kara digabung seharusnya astukara, namun mendapat sisipan “ng” menjadi astungkara (pengaruh dialek daerah Bali. Dengan demikian maka astungkara dapat diterjemahkan sebagai terjadilah begitu, biarlah menjadi demikian atas se-izin atau kehendak sang penyebab (Tuhan) atau merupakan salam yang menyatakan semoga demikian atau mengiyakan, atau dengan kata lain semoga (astu) terjadi atas kekuatan tangan (kara).               Astungkara lebih jauh mengajak kita untuk mengenal kekuatan tangan, karena secara harfiah semoga dengan kekuatan tangan terjadi. Hal ini nampaknya bukanlah anggapan secara kebetulan belaka, oleh karena tangan memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Maka tidaklah mengherankan jika garis tangan di telapak tangan turut menentukan nasib seseorang, baik jodoh, pekerjaan maupun rejeki. Tentang kekuatan tangan terdapat dalam kutipan stotra Kara Darshanam berikut: Om Karagre Vasate LakshmiKaramadhye SaraswatiKaramule Sthitha Gowri *Prabhate Kara Darshanam Terjemahan:Lakshmi di ujung jari, Saraswati di telapak tangan, Shakti terletak di pergelangan tangan, demikian keutamaan melakukan Kara Darshanam dipagi hari. * “Karamule Sthitha Gowri” kadang-kadang diganti dengan “Karamule Tu Govinda”

 

Lakshmi merupakan kekuatan atau sakti Wisnu sebagai pemelihara dengan lambang aksara Ung, Saraswati merupakan kekuatan atau sakti Brahma sebagai pemelihara dengan lambang aksara Ang, Gowri/ Durga merupakan kekuatan atau sakti Siwa sebagai pelebur dengan lambang aksara Mang. Sehingga tangan memiliki daya mencipta, daya memelihara dan daya melebur yang merupakan esensi hukum rta dijagat raya. Namun pada saat tertentu misalnya mencakupkan tangan (anjali) aksara Ang Ung Mang berubah menjadi dwi aksara yaitu Ang (tangan kiri lambang prakerti) Ah (tangan kanan lambang purusha), penyatuan Ang-Ah melahirkan eka aksara yaitu Om.

Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan para pandita yang ada di Bali, dengan menggunakan berbagai sikap mudra yang lebih dikenal dengan “tetanganan” melakukan pemujaan dengan sikap tangan tertentu yang pada intinya mengandung lambang proses utpetti, stiti dan pralina. Dimana mudra bukan hanya bentuk gerakan tangan biasa namun juga mengandung nilai magis religius, shingga tidak diperkenankan dilakukan oleh sembarang orang. Menurut I Wayan Raga (warga Hindu Kota Bontang, praktisi Reiki) salah seorang rekan kerjanya (seorang non Hindu) pernah mencoba berbagai bentuk tetangan yang terdapat dalam buku Weda Parikrama. Akibatnya ia mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, salah satunya adalah datangnya ulat yang begitu banyak.

Dengan demikian maka astungkara merupakan ungkapan populer yang berkembang dikalangan umat Hindu sebagai dampak dari pergaulan multi agama, multi kultural yang terjadi di masyarakat yang disepakati secara tidak tertulis sebagai padanan kata alhamdulilah, amin atau puji Tuhan dalam agama Islam dan Kristen. Astungkara bermakna terjadilah begitu, biarlah menjadi demikian atas se-izin atau kehendak sang penyebab (Tuhan) atau merupakan salam yang menyatakan semoga demikian atau mengiyakan, atau dengan kata lain semoga (astu) terjadi demikian atas kekuatan tangan (kara), yang merujuk pada kekuatan Tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur. Singkatnya astungkara berarti semoga terjadi demikian atas kehendak Tuhan.

Uncategorized

Belajar Bahasa Sanskerta


Perhatian!

Sebelum mengikuti pelajaran bahasa Sanskerta, ada baiknya apabila Linguers menginstal huruf Devanagari pada perangkat lunak kamu. Cara menginstal, klik di sini. Atau, kamu download huruf ini dan instal di komputer kamu untuk mendapatkan hasil terbaik.

Namo namaha! (नमो नमह)

Apa kabar Linguers? Pada kesempatan kali ini, kami akan coba mengetengahkan pelajaran tentang bahasa Sanskerta. Sebagaimana yang kita tahu, bahasa Sanskerta adalah bahasa kuno yang banyak memengaruhi bahasa Indonesia. Sebagai bahasa proto-India, bahasa Sanskerta memberikan cukup banyak kontribusi kosa kata dalam bahasa Indonesia yang sampai saat ini masih kita pakai. Kata-kata seperti gajah, guru, srigala, samudera, bahkan garuda, adalah beberapa contoh kata yang sememangnya berasal dari akar bahasa Sanskerta, tentunya dengan sedikit modifikasi di sana-sini.

Bahasa Sanskerta disinyalir menjadi bahasa pengantar dewa-dewa dalam mitologi Hindu di tertulis dalam Kitab Suci Weda. Dan sejatinya bahasa ini hanya digunakan hanya sebatas pada agar seseorang bisa membaca Kitab Weda, dan tidak digunakan untuk berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Adapun aksara yang digunakan untuk bahasa ini adalah aksara Devanagari dimana “deva” berarti dewa sedang “nagari” berarti negeri. Penelitian menyebutkan jika bahasa ini dibawa oleh bangsa Arya yang bermigrasi ke dataran India pada 1200 SM hingga 6000 SM. Akan tetapi terdapat kontroversi tentang sejarah ini, pun dengan awal sejarah bahasa Sanskerta sendiri. Menurut penelitian modern, usia bahasa ini berada pada angka 3000 SM, hingga penelitan yang terbaru berkata bahwa bangsa Arya datang ke India sekira 4500 SM. Satu yang pasti, bahas Sanskerta adalah bahasa yang sangat tua.

Sejenak, marilah kita kesampingkan perihal sejarah bahasa ini dan mulai belajar bahasa Sanskerta. Untuk pertama kali, mari kita mengenal aksara Devanagari sebelum akhirnya kita bisa membaca dan berbicara dengan berbahasa Sanskerta ini.

AKSARA 

(अक्षरः)

  1. Vokal (स्वर)

Dari tabel di atas, tampak 15 huruf vokal (svara) dalam bahasa Sanskerta. Huruf dengan tanda strip di atas (¯) berarti jika huruf tersebut bernada panjang. Semisal huruf “ā”, ini artinya jika huruf tersebut dibaca panjang dari biasanya. Contohnya kata “Rāmah” (रामः) dibaca “Raamah”, dan bukan “Ra-amah.”

Huruf “ā” ini seyogainya disusun dari dua huruf, yakni a+a. Begitu pun dengan huruf yang lainnya. Sedang huruf yang memiliki titik di bawahnya (.) berarti jika huruf itu dibaca dengan cara menarik ujung lidah ke belakang rongga mulut, seperti huruf “ṛ”, “ṛū” dan “ḷ”. Kelima belas huruf vokal di atas bersifar mandiri, artinya dia berdiri sendiri.

  1. Konsonan (व्यञ्जन)

 

Huruf konsonan (vyañjana) di atas diucapkan seperti apa adanya, kecuali berikut:

  1. Huruf (ङ) “ṅa”dibaca “nga”; huruf (ञ) “ña” dibaca “nya”; huruf (ण) “ṇa” dibaca seperti “na” biasa namun dengan ujung lidah agak ditekuk ke belakang rongga mulut hingga benar-benar menyentuh langit-langit mulut paling atas (cerebral).
  2. Cara pengucapan seperti di atas juga dimiliki oleh huruf (ट) “ṭa”, (ठ)“ṭha”, (ड) “ḍa”, (ढ) “ḍha” dan (ळ) “ḷa”.
  3. Sedang huruf (श) “śa” dibaca “sya”, (ष) “ṣa” dibaca “sha”dan (क्ष) “kṣa” dibaca “ksha”.
  1. Vokalisasi (सन्ध्य्अक्षर)

 

Dikarenakan abjad Sanskerta itu bersifat silabik, maka diperlukansandhyakara (vokalisasi) untuk mengubah, menambah atau mengurangi aksara utama atau konsonan. Misal, vokalisasi “ā” (ा) digunakan untuk menambahkan huruf “ā”, sehingga “kā” = क + ा = का. Sedang apabila huruf “ka” diubah menjadi “ki”, maka huruf pun ditulis seperti ini: कि + ि = कि.

Dua huruf khusus yang lainnya adalah “am” dan “ah”. Kedua huruf ini secara berurutan disebut juga anusvārah dan visarga. Seperti contoh di atas,anusvārah digunakan untuk menambahkan fonem “m”. Contoh: “kam” ditulisकं. Sementara visarga digunakan untuk menambah ponem “h”, contoh: “kah” ditulis कः. Dan terakhir adalah virama, digunakan untuk menghilangkan vokal pada aksara utama, misal huruf “ka” menjad “k”, maka ditulis “क्”.

Selain itu, ada juga huruf-huruf lainnya yang dibentuk dari dua atau lebih aksara utama, yang disebut sebagai konsonan konjungsi. Jumlahnya lebih dari yang bisa dibayangkan.

Demikian kita sudah mengenal aksara Devanagari. Ada baiknya untuk Linguers menghapal aksara tersebut di atas untuk dijadikan bekal agar nanti bisa membaca kata-kata dalam bahasa Sanskerta.

Untuk pelajaran selanjutnya, kita akan coba belajar menulis aksara tersebut dengan baik dan benar. Dhanyavādāh (धन्यवादाः = Terima kasih) danPunarmilāmah (पुनर्मिलामः = Sampai bertemu lagi!) [Fim Anugrah]

Uncategorized

FILSAFAT HIDUP ALA EMPU KANWA


OLEH: I GEDE ADNYANA, S.Ag

  1. BHAKTI DAN KESADARAN

Kakawin Arjunawiwāha adalah kakawin pertama yang berasal dari Jawa Timur. Karya sastra ini ditulis oleh Mpu Kanwa pada masa pemerintahan Prabu Airlangga, yang memerintah di Jawa Timur dari tahun 1019 sampai dengan 1042 Masehi. Sedangkan kakawin ini diperkirakan digubah sekitar tahun 1030.

Kakawin ini menceritakan sang Arjuna ketika ia bertapa di gunung Mahameru. Lalu ia diuji oleh para Dewa, dengan dikirim tujuh bidadari. Bidadari ini diperintahkan untuk menggodanya. Nama bidadari yang terkenal adalah Dewi Supraba dan Tilottama. Para bidadari tidak berhasil menggoda Arjuna, maka Batara Indra datang sendiri menyamar menjadi seorang brahmana tua. Mereka berdiskusi soal agama dan Indra menyatakan jati dirinya dan pergi. Lalu setelah itu ada seekor babi yang datang mengamuk dan Arjuna memanahnya. Tetapi pada saat yang bersamaan ada seorang pemburu tua yang datang dan juga memanahnya. Ternyata pemburu ini adalah batara Siwa. Setelah itu Arjuna diberi tugas untuk membunuh Niwatakawaca, seorang raksasa yang mengganggu kahyangan. Arjuna berhasil dalam tugasnya dan diberi anu

Empu Kanwa yang hidup sejaman dengan Raja Air Langga pada masa kerajaan Kediri merupakan salah satu Pujangga terbesar yang pernah ada di nusantara. Karya monumental kakawin Arjuna Wiwaha hidup sebagai candi pustaka dalam masyarakat dari waktu-kewaktu. Mengawal prilaku manusia, mengantarkan setiap yang membaca dan menyelaminya pada peningkatan kualitas diri. Oleh karena isinya yang luar biasa tentang filsafat hidup dari insan manusia sebagai makhluk tak berdaya dihadapan Sang Hyang Parammartha (dualitas) hingga mencapai penyatuan atau moksa (monisme).

Secara garis besar kehidupan ini menurut Empu Kanwa adalah sebuah perjalanan spritual dari seorang bhakta yang menyatakan dirinya amat rendah, hingga mencapai kemanunggalan dengan sang pencipta sebagai tujuan akhir. Manunggalnya atma dengan paramatma memberikan kesadaran murni yang tersurat dalam bait pertama Kakawin Arjuna Wiwaha:

1. Ambek sang paramārthapaṇḍita huwus limpad sakèng śūnyatā, Batin sang tahu Hakikat Tertinggi telah mengatasi segalanya karena menghayati Kehampaan[1],
Tan sangkèng wiṣaya prayojñananira lwir sanggrahèng lokika, Bukanlah terdorong nafsu indria tujuannya, seolah-olah saja menyambut yang duniawi,
Siddhāning yaśawīrya donira sukhāning rāt kininkinira, Sempurnanya jasa dan kebajikan tujuannya. Kebahagiaan alam semesta diperihatinkannya.
santoṣâheletan kelir sira sakèng sang hyang Jagatkāraṇa. Damai bahagia, selagi tersekat layar pewayangan dia dari Sang Penjadi Dunia.
2. Us.n.is.angkwi lebûni pâdukanirâ sang hyang Jagatkâran.a Hiasan kepalaku merupakan debu pada alas kaki dia Sang Hyang Penjadi Dunia
Manggeh manggalaning miket kawijayan sang Pârtha ring kahyangan Terdapatkan pada manggala dalam menggubahkan kemenangan sang Arjuna di kahyangan

 

Kesadaran murni yang menjadikan seorang muni hanya sebatas kelir saja dengan Sang Maha Pencipta. Suatu kondisi dimana kebahagiaan Sang Bhakta telah mencapai lila dari kesadaran murni yang mampu melihat secara gamblang tentang arti hidup dan kehidupan. Sang Muni telah mengerti dengan sesadar-sadarnya bahwa tujuan dari sang Hidup hanyalah untuk mangabdi pada Sang Hyang Paramartha.

Tuhan disebut paramartha karena hanya Dialah tujuan tertinggi dari sekalian makhluk. Tanpa mengerti tentang hal ini maka sia-sialah seseorang hidup, sebabnya adalah karena selalu lahir berulang kali dalam peneritaan atau samsara. Ketidak berdayaan manusia terbelenggu oleh sad ripu dan sapta timira membuatnya lupa dan tidak mengerti tentang tujuan akhir dari sebuah kelahiran. Kesadaran murni tentang tujuan akhir dari seorang bhakta hanya mungkin diperoleh manakala Sang Pencipta sendiri yang berkehendak membuka mata batin kesadaran. Kehadiran Tuhan hanya mungkin terjadi jika seorang bhakta tekun dalam olah bathin menyucikan diri dalam ketenangan dari Tri Guna yang diarahkan pada satwam. Hal ini tersurat jelas dalam salah satu bait terpenting dan terpopuler Empu kanwa:

Sasi wimba haneng gata mesi banyu

Ndan asing suci nirmala mesi wulan

Iwa mangkana rakwa kiteng kadadin

Ring angambeki yoga kiteng sakala

Bulan akan nampak jelas manakala air dalam temapayan jernih, tenang tidak bergejolak. Demikian pula ketenangan bathin amat sangat diperlukan untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam diri. Empu kanwa menawarkan Yoga sebagai sadhana bagi pencapaian pencerahan. Dengan demikian maka yoga yang dimaksud adalah berdasar pada bhakti. Tanpa bhakti seseorang tidak akan mencapai kemajuan secara rohani walaupun melakukan berbagai gerak asanas.

Bayangan bulan yang terdapat dalam tempayan seperti yang dilukiskan oleh Mpu kanwa dalam kakawin Arjuna Wiwaha, merupakan gambaran riil dari hidup manusia. Bayangan itu ibarat diri kita yang bergerak sesuai kehendak dari sang pemilik bayangan. Kita ada sebagai bayangan saja yang dapat terhapus manakala Sang Tuan pemilik bayangan pergi.

  1. SEMBAH LAHIR BATHIN

Sebagai bayangan dari yang kekal maka manusia adalah maya yang tidak kekal dengan sifat sementara. Namun demikian sang bayangan memiliki kesamaan dengan tuanya, walaupun bayangan tak mungkin menjadi tuan. Hal inilah gambaran dwaita wedanta dimana ciptaan hakikatnya tetaplah berbeda dengan Sang Pencipta. Hal ini membawa pemahaman bahwa manusia hanyalah sebagai bhakta dari Yang Maha Kuasa. Manusia digerakan oleh kekuatan Tuhan, ia tak dapat bertindak tanpa kehendak dari Tuhan sebagaimana bayangan bulan yang ada didalam tempayan.

Sang kawi Empu kanwa tenggelam dalam lila bhakti, merasakan betapa rahasianya keberadaan Tuhan. Kehadiran-Nya hanya dapat dirasakan dalam lautan bhakti yang dalam. Rahasinya tak mungkin terungkap dalam kata-kata yang terbatas, karena kehadiranya hanya dapat dirasakan oleh bhakta dengan bhakti yang tulus. Akan rahasia keberadaan Sang Hyang Paramartha yang amat sulit dipahami diibaratkan seperti minyak dalam santan, atau api didalam kayu. Hal ini terungkap dalam bait kakawin Arjuna wiwaha sebagai berikut:

Om Sembah ning anata  tinghalana de tri loka sarana,

Wahya diatmika sembah ning hulun  ijeng ta tan hana waneh,

Sang luwir agni sakeng tahen   kadi minyak  saking dadi kita,

Sang saksat metu  yan hana wang  amuter tutur pineh ayu.

Empu Kanwa mengisyaratkan kepada kita tentang sembah lahir bathin (Wahya dhyatmika) terkonsentrasi hanya kepada Sang Pencipta. Sembah total secara menyeluruh hanya mungkin dilakukan jika seseorang menyadari ketidak berdayaanya sebagai makhluk lemah yang hidupnya tergantung pada kuasa dari Sang Pencipta. Tiada lagi keinginan yang lebih kuat dari bhakti. Bersimpuh dihadapan-Nya dalam ketidakberdayaan dimana manusia diliputi oleh sad ripu dan sapta timira yang membelenggu setiap saat.

Disini bhakti diperlukan agar manusia senantiasa memiliki kesadaran dalam menghadapi musuh dalam diri. Kesadaran secara terus menerus (amuter tutur pinahayu) merupakan satu keharusan bagi orang yang ingin beroleh anugrah kesadaran agar terbebas dari samsara. Kesadaran yang terus menerus diupayakan denngan cara yang benar dan tepat, seperti memisahkan minyak dari santan, atau menggosok-gosokan kayu agar keluar api.

  1. PENTINGNYA SADHANA

Keterampilan spiritual “Sadhana” merupakan perwujudan bhakti yang mengantarkan seorang bhakta menjadi lebih dekat dengan pujaanya. Tanpa sadhana tak mungkin seseorang mencapai pencerahan, seperti seseorang yang berusaha membuat api dari dua ranting kering. Jika kayu tak digosokkan secara terus menerus maka api tak akan keluar. Jika seorang bhakta berhenti mempraktekkan sadhana sebelum memperoleh pencerahan maka segala usahanya akan menemui kegagalan. Oleh karena itu seorang bhakta hanya memerluka tiga hal:

Pertama memiliki keyakinan yang kuat tak tergoyahkan, yang menumbuhkan ketulusan untuk berada pada jalan yang benar. Ketulusan akan tumbuh dalam bhakti. Dalam ketulusan akan menuntun manusia pada tindakan yang benar. Tindakan yang benar adalah dharma, dharma (tindakan benar) adalah perwujudan Tuhan. Maka dengan senantiasa berlaksana dharma seseorang semakin dekat dengan Tuhan.

Kedua memiliki pengetahuan yang benar tantang sadhana yang di praktekkan. Pengetahuan bahwa Yang kuasa akan hadir atas kehendak-Nya sendiri kepada para bhakta yang tulus. Disini pengharapan akan kehadiran-Nya pun dianggap sebagai satu pengharapan yang kurang tulus. Oleh karena itu Bhakta hanya perlu memuja-Nya dengan sadhana tanpa suatu pengharapan. Tindakan tanpa pamrih memberikan pengetahuan kesadaran akan hakikat kehidupan. Yang tak terikat pada tali kebutaan pasti akan melihat keterikatan ada dimana-mana. Dengan melihat keterikatan yang disebabkan oleh indriya, maka orang akan melihat indriya sebagai alat yang harus dikendalikan agar tidak memberikan belenngu ikatan pada Sang Diri (Atman).

Ketiga, memiliki keteguhan hati dengan penuh kesabaran dan kesadaran bahwa apa yang dilakukan dalam praktek sadhana akan menuntun sang bhakta mencapai Sang Paramartha. Kesabaran akan berujung pada kesadaran, oleh karena itu kesabaran merupakan bagian dari sadhana itu sendiri. Tentang kesabaran tantri Nandaka harana menceritakan kisah ikan gabus yang bertapa dibawah pohon dadap kemudian berubah menjadi klesih (trenggiling). Hal ini dapat dimaknai sebagai sifat bengis dan buas diruat oleh kesabaran menjadi kasih.

  1. KESIMPULAN

Secara gamblang Empu Kanwa mengantarkan kepada kita sajian karya sastra adi luhung yang sarat dengan filsafat hidup. Bahwa kebahagiaan tertinggi sesungguhnya hanyalah ketika kesadaran murni singgah mengisi hidup kita. Hal ini haruslah membuat kita senantiasa berusaha dengan tekun dalam yoga (catur marga) sebagai jalan (sadhana) untuk meningkatkan kualitas diri membawa rajah dan tamah dalam pengaruh satwa guna. Mengubah sembah kita yang salah karena penuh pengharapan dengan sembah yang pasrah lahir bathin berlandaskan ketulusan hati. Membawa keheningan dalam budhi sehingga cahaya kesadaran hadir atas karunia Tuhan.

Uncategorized

KALTIM DUA KALI RAIH JURA I YOGA ASANAS


Setelah menjadi juara 1  yoga asanas dalam tahun 2010, kini kontingen kaltim putra membuktikan kembali ketangguhannya setelah memberikan penampilan terbaiknya dengan meraih kembali  juara 1 dalam Jambore Pasraman Nasional III tahun 2014 di Solo. Keberhasilah Tim Yoga kontingen Kaltim ini sekaligus hadiah satu-satunya yang dapat dibawa pulang oleh kontingen bumi etam ini. Namun demikian hal ini merupakan satu kebanggaan tersendiri karena cabang yoga merupakan cabang yang paling bergengsi dalam jambore pasraman.

Pada Tahun 2010 Tim Yoga asanas putra dan putri masih bergabung yang terdiri dari I Putu Wahyu Diantara, Agnesia Novia T, Kadek Widhi Cahya Harum S. berhasil meraih juara 1.  Pada tahun 2012 tim yoga asanas kaltim yang terdiri dari:   I Putu Wahyu Diantara, Kadek Widhi Cahya Harum Sari, Komang Werdi Triatma, gagal mengulangi suksesnya dengan tidak membawa kemenangan. Namun demikian pujian peserta/  kontingen dari berbagai daerah cukup banyak, bahkan telah lebih dahulu memberikan selamat, karena demikian yakinnya jika kaltim akan meraih kembali juara 1. Walaupun pada akhirnya pulang dengan membawa tangan kosong tidak menjadikan tim yoga kaltim kecewa. Pengakuan dari kontingen lain, akan keunggulan tim ini menyebabkan Kaltim disegani untuk cabang yoga.

Kontingen Yoga asanas Putra pada tahun 2014 terdiri dari Komang Werdi Triatma, I Nyoman Prana Jaya Semedi, I Gusti Ngurah Rika Prastya Wiguna, berhasil membawa kembali nama Kaltim yang disegani dalam Yoga asanas. Mereka merupakan siswa pasraman Widya Buana Kota Bontang. Pasraman Widya Buana telah memberikan eksul yoga sejak tahun 2004 yang dirintis oleh Ibu Ketut Setianingsih. Hingga kini pasraman Widya Buana tetap eksis dan membuktikan bahwa ekstra kurikuler Yoga di Kota Bontang berjalan dengan baik.

Sukses tim putra tidak didikuti oleh tim putri, yang juga telah tampil dengan baik dan kompak. Namun nampaknya masih harus bekerja keras untuk mewujudkan kemenangan dalam jambore pasraman berikutnya, Sukses untuk tim yoga Putra, jangan menyerah untuk tim yoga putri.